Kereta Gantung Buka Potensi Wisata Loteng Bagian Utara

Ilustrasi Kereta Gantung

Praya (Suara NTB) – Pemkab Lombok Tengah (Loteng) menyambut baik rencana investor yang akan membangun sarana kereta gantung di sekitar Gunung Rinjani untuk tujuan pariwisata. Investasi tersebut dinilai akan membuka potensi pariwisata di Lombok Tengah (Loteng) bagian utara.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) H.M Nursiah kepada Suara NTB, Senin, 20 Januari 2020 mengatakan, sepanjang investasi tersebut bermanfaat untuk pemerintah daerah dan masyarakat, tentu akan diterima dengan baik. Jika pun ada penolakan terkait dengan rencana investasi ini, hal ini menjadi tugas bersama untuk melakukan sosialisasi ke depan.

Baca juga:  Pelaku Wisata Lotim Tolak Kereta Gantung

“Jika ada pihak-pihak lain yang masih pro dan kontra, ini karena belum kita bersama-sama memahami rencana pembanguan dengan dampak-dampaknya ke depan. Itu kan masih proses, tentu kita melihat dari lahan, hubungan dengan pemerintah pusat, termasuk kewenangan kita, termasuk perizinan-perizinannya,” kata Nursiah.

Sekda mengatakan, Pemkab Loteng akan menyesuaikan diri dengan kewenangan yang ada, misalnya dalam memberikan izin kemudahan untuk investasi. “Yang penting sudah memenuhi syarat aturan dan tentu yang paling penting adalah sosialisasi dari masyarakat untuk mendapat respons positif,” terangnya.

Baca juga:  Kereta Gantung Jadi Pemicu Pemerataan Pembangunan Pariwisata

Seperti diketahui investor akan segera merealisasikan pembangunan kereta gantung  sepanjang 10 kilometer yang dimulai dari Karang Sidemen Kecamatan  Batukliang Utara Loteng menuju kawasan hutan lindung di bagian atasnya. Pembangunan kereta gantung di sekitar kawasan Gunung Rinjani ini ditargetkan tuntas dibangun menjelang MotoGP 2021 mendatang.

Baca juga:  Persiapan Wisata Bendungan Meninting, Pemdes Bukit Tinggi Rencanakan Bangun Kereta Gantung

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB Madani Mukarom sebelumnya mengatakan rencana pembangunan kereta gantung ini sudah mendapat persetujuan dari Kementerian LHK. Madani mengatakan pembangunan kereta gantung ini tidak berada di zona inti Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Karena pada dasarnya pada zona inti tersebut dilarang membangun sarana dan prasarana apapun. Pembangunan sarana kereta gantung ini berada di blok pemanfaatan jasa wisata pada Kawasan Tahura dan hutan lindung. (ris)