Beranda Headline Luput dari Perhatian, Ruas Jalan Batujai-Penujak Rusak Parah

Luput dari Perhatian, Ruas Jalan Batujai-Penujak Rusak Parah

Kondisi jalan Batujai-Penujak yang rusak parah. Hampir sepuluh tahun ini belum disentuh perbaikan oleh pemerintah. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Kondisi ruas jalan alternatif yang menghubungkan Desa Batujai dengan Desa Penujak, mulai dari jalur bypass Lombok International Airport (LIA) hingga pasar Penujak, dikeluhkan warga setempat, karena kondisinya rusak parah. Sekitar sepuluh tahun ruas jalan ini luput dari perhatian pemerintah daerah, sehingga tak tersentuh perbaikan.

Akibatnya, ruas jalan ini jarang dilewati warga. Padahal jalur ini bisa menjadi jalur ekonomi yang cukup produktif jika kondisi baik. Di jalur tersebut juga ada beberapa fasilitas umum termasuk fasilitas pendidikan. Di antaranya SDN 1 Batujai dan SMPN 1 Praya Barat.

Pantauan Suara NTB, Rabu,  25 Desember 2019, kerusakan jalan cukup parah. Kendaraan yang lewat harus berjalan pelan supaya bisa menghindari kondisi jalan yang berlubang. “Terhitung sejak tahun 2010 lalu, ruas jalan ini tidak pernah tersentuh perbaikan,” ungkap Kepala Desa Batujai, Alwan Wijaya.

Saat pencanangan aksi bersama mewujudkan desa aman, bersih, sehat dan religius, Senin (23/12) kemarin, Alwan mengaku bagi warga desa, ruas jalan tersebut sangat penting artinya. Karena bisa menjadi jalur alternatif yang bisa menghubungkan kedua desa. Dulunya ruas jalan cukup ramai dilalui warga. Namun setelah Pasar Batujai pindah, ruas jalan ini tidak lagi banyak yang melintas.

Terlebih setelah kondisi ruas jalan yang rusak parah, sehingga pihaknya berharap pemerintah daerah bisa menaruh perhatian terhadap kondisi ruas jalan ini, mengingat statusnya sebagai jalan kabupaten.

Menanggapi tuntutan ini, Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT., berkomitmen segera menuntaskan persoalan jalan. Dikatakannya, perbaikan ruas jalan tetap menjadi prioritas. Mengingat, masih banyak ruas jalan di daerah ini yang kondisinya masih  butuh perhatian.

“Nanti saya minta Kepala Dinas PUPR mengecek kondisi ruas jalan ini. Dan, kita upayakan paling telat tahun 2021 mendatang sudah dilakukan perbaikan,” tegasnya. Terlebih keberadaan ruas jalan tersebut sangat penting. Selaian sebagai jalur ekonomi juga sebagai jalur pendidikan. (kir)