Tujuan Wisata Andalan Nasional, Loteng Darurat Sampah

H.M. Suhaili (Suara NTB/dok)

Advertisement

Praya (Suara NTB) – Bupati Lombok Tengah (Loteng), H.M. Suhaili FT., S.H., mengaku Loteng saat ini dalam kondisi darurat sampah. Di mana hampir semua daerah di Loteng tidak ada yang bebas dari sampah. Bahkan sampah sekarang banyak ditemukan berserakan di pinggir jalan dan sangat mengganggu pemandangan.

Padahal Loteng oleh pemerintah pusat sudah ditetapkan sebagai salah satu daerah tujuan wisata andalan nasional.  “Memprihatinkan juga, sebagai daerah tujuan wisata andalan nasional sampah banyak ditemukan berserakan, bahkan di pinggir jalan sekalipun,”  ujarnya di hadapan para kepala sekolah di Desa Semoyang Kecamatan Praya Timur, Kamis,  12 Desember 2019.

Kondisi inilah, ujarnya, yang mendasari pemerintah daerah menggalakkan program Loteng Bersih dan Aman, berupa kegiatan bersih sampah secara masal dan masif dan melibatkan semua unsur pegawai pemerintahan, termasuk masyarakat umum.

Menurutnya, melihat kondisi sampah sekarang ini, dibutuhkan upaya yang lebih masif untuk bisa menjawab persoalan yang ada. Tidak bisa kemudian persoalan penanganan sampah hanya dibebankan kepada pemerintah semata tanpa keterlibatan masyarakat.

“Jadi untuk menjawab persoalan sampah sekarang ini, mulai Jumat besok (hari ini,red), kita pemerintah daerah akan mulai melakukan kegiatan bersih-bersih secara masal dan serentak. Dengan sasaran kantong-kantong sampah di semua desa dan kecamatan,” sebutnya.

Dalam hal ini, ujarnya, sampah-sampah yang ada di pinggir jalan menjadi target utamanya pihaknya, karena kalau pinggir jalan sudah bersih dari sampah, paling tidak bisa mengurangi tanggapan negatif dari pengguna jalan terhadap kondisi sampai di daerah ini. “Program ini terus akan berlanjut. Dengan melibatkan semua unsur pegawai pemerintah di daerah ini,” tambahnya.

Selain pinggir jalan, ujarnya,  area sungai juga jadi target, mengingat, kondisi saat ini sudah akan masuk musim penghujan, sehingga area aliran sungai sudah harus dibersihkan dari tumpukan sampah. Pihaknya tidak ingin tumpukan sampah yang ada di sungai maupun saluran drainase lainnya memicu banjir.

“Keterlibatan masyarakat dalam program ini juga sangat diharapkan. Kalau pinggir jalan, sungai ataupun saluran drainase sudah bebas sampah masyarakat juga yang akan merasakan manfaatnya,” sebutnya.

Jangan kemudian masyarakat justru terkesan acuh atas kondisi persampahan yang ada saat ini. Ujung-ujungnya ketika banjir datang, pemerintah yang disalahkan. Padahal masyarakat juga punya tanggung jawab yang sama untuk menjaga kebersihan kebersihan di lingkungan sekitarnya. (kir)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.