Bank Sampah Latih Pemuda “Sulap” Sampah Jadi Uang

Pegiat Bank Sampah NTB Syawaludin saat memberi pelatihan daur ulang sampah di Desa Wisata Bonjeruk, Lombok Tengah. (Suara NTB/ris)

Advertisement

Praya (Suara NTB) Para pemuda di Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dilatih oleh Bank Sampah Bintang Sejahtera untuk menyulap sampah plastik menjadi aneka kerajinan yang bisa menghasilkan uang. Bahkan nilai jual sampah setelah menjadi eneka kerajinan tangan menjadi sangat tinggi.

Direktur PT. Bank Sampah Bintang Sejahtera Syawaludin kepada Suara NTB Selasa,  26 November 2019 mengatakan, jika program Bank Sampah menjadi satu paket dengan Desa Wisata Bonjeruk, maka hasilnya akan lebih maksimal. Wisatawan bisa diajak secara langsung untuk melihat aktivitas kerajinan tangan yang berasal dari sampah. Hasil produksinya pun bisa dijual kepada mereka.

Pelatihan meliputi daur ulang sampah plastik menjadi aneka kebutuhan rumah tangga yang banyak dibeli oleh konsumen seperti kursi, meja, aneka bunga dan lain sebagainya. Satu set kursi dan meja yang diproduksi oleh Bank Sampah bisa dijual dengan harga Rp 1,3 juta.

“Satu set terdiri dari empat kursi dan satu meja. Dibuat dari enam kilo botol plastik, triplek bekas atau sisa bangunan. Kalau hanya dijual botol plastiknya saja harganya hanya Rp 60 ribu, namun kalau diubah menjadi kerajinan, nilai jualnya menjadi sangat tinggi” katanya.

Syawaludin mengaku, pihaknya sudah melatih sekitar 240 Bank Sampah di NTB agar mereka mengolah sampah menjadi berkah. Pada tanggal 21 – 22 Desember mendatang, Asosiasi Bank Sampah Provinsi NTB akan menggelar silaturahim  untuk saling menguatkan komitmen dalam mengelola sampah.

Bagaimana  pasar produk daur ulang sampah? Menurut Syawaludin, pasar untuk aneka kerajinan yang memiliki bahan dasar sampah untuk sementara dipasarkan di dalam daerah. Di mana masyarakat sudah melirik produk yang dihasilkan oleh pemuda yang bergelut di Bank Sampah ini. Kalangan industri pariwisata juga didorong agar mulai membeli hasil produksi kerajinan tangan ini karena kualitas produksinya tak kalah dengan produk yang berbahan dasar non sampah.(ris)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.