Kebutuhan Air Bersih KEK Mandalika akan Disuplai dari Bendungan Pengga

Ilustrasi Air Bersih (suarantb.com/pexels)

Advertisement

Praya (Suara NTB) – Besarnya kebutuhan air bersih untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika diyakini tidak akan mampu dipenuhi dari Bendungan Batujai saja. Terlebih kapasitas produksi WTP Batujai maksimal hanya 114 sampai 125 liter per detik. Untuk itu, Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Praya berencana membangun Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) baru di Bendungan Pengga Desa Plambik Praya Barat Daya.

Direktur Teknik PDAM Praya, L. Sukemi Adiantara, kepada Suara NTB, Jumat, 22 November 2019 mengatakan rencana pembangunan SPAM Bendungan Pengga saat ini tengah dibahas dengan pihak terkait. Termasuk dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara serta pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola kawasan The Mandalika.

Keberadaan SPAM bendungan Pengga itu nantinya diharapkan bisa memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan The Mandalika, karena kalau hanya mengandalkan Bendungan Batujai tidak akan mampu. Mengingat, SPAM Bendunga Batujai tidak hanya melayani kawasan The Mandalika, tapi melayani pelanggan PDAM Praya yang ada di wilayah Loteng bagian selatan.

“Memang di kawasan The Mandalika ada fasilitas pengolahan air lautnya, tapi kapasitas produksinya juga terbatas. Sehingga tetap butuh tambahan suplai air bersih. Nah, dari dari SPAM Bendungan Pengga inilah yang diharapkan,” tandasnya.

Meski demikian, pembangunan SPAM Bendungan Pengga tidak akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Tetapi beberapa tahun ke depan dan mengikuti proses perkembangan kawasan The Mandalika. mengingat, untuk kebutuhan air bersih bagi kawasan The Mandalika saat ini masih mampu dipenuhi dari SPAM Batujai.

Rencananya, kapasitas produksi SPAM bendungan Pengga tersebut jauh lebih besar dari SPAM Bendungan Batujai saat ini, yakni antara 250 sampai 300 liter per detik. Dengan kapasitas sebesar itu, kebutuhan air bersih bagi kawasan The Mandalika diyakini bisa terpenuh. (kir)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.