Perguruan Tinggi Belum Terakreditasi, Banyak Pelamar CPNS di Loteng Tidak Penuhi Persyaratan

Kepala BKPP Loteng,  H. M. Nazili (Suara NTB/kir)

Advertisement

Praya (Suara NTB) – Sepekan setelah rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dibuka, tercatat total sudah 1.780 pelamar yang memasukkan berkas lamarannya untuk formasi CPNS di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dari 3.387 pelamar yang mengakses laman rekrutmen CPNS Loteng. Meski demikian, banyak juga di antara pelamar ini yang tidak memenuhi persyaratan.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Loteng, H.M. Nazili, S.IP., kepada Suara NTB, Senin, 18 November 2019, menyebut, dari 1.780 berkas lamaran yang masuk sampai hari Minggu, 17 November, sudah sekitar 1.242 berkas lamaran yang selesai diverifikasi.

Dari berkas yang sudah diverifikasi tersebut banyak yang dinyatakan memenuhi syarat. Tapi tidak sedikit pula yang dinyatakan tidak memenuhi syarat. Alasannya, persyaratan kurang lengkap dan akreditasi ijazah pelamar yang belum terakreditasi.

“Ada juga pelamar yang surat lamarannya blank (kosong). Ada juga pelamar yang ijazah perguruan tingginya belum terakreditasi,” terangnya, seraya menegaskan, berkas-berkas tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Mengenai jumlah pelamar yang tidak memenuhi persyaratan, Nazili mengaku nanti akan diumumkan sekaligus, karena tahapan rekrutmen masih berjalan. Untuk itu, ujarnya, soal hasil verifikasi berkas belum bisa disampaikan. “Nanti ada waktunya untuk kita umumkan, siapa yang lolos tahap administrasi dan mana yang tidak lolos. Namun yang pasti, proses verifikasi terus berjalan seiring dengan dibukanya pendaftaran seleksi CPNS,” terangnya.

Untuk melakukan verifikasi berkas lamaran, ujarnya, pihaknya sudah membentuk lima tim verifikasi yang terdiri dari 25 tenaga verifikasi. Pihaknya mengharapkan, proses verifikasi bisa lebih cepat, mengingat pelamaran yang memasukkan lamaran cukup banyak.

“Jadi sembari menerima lamaran, proses verifikasi berkas lamaran juga berjalan. Supaya server tidak terlalu dipadati data pelamar yang khawatirnya bisa membuat server jadi down, sehingga sulit diakses oleh masyarakat,” tandas mantan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disostektrans) Loteng ini.

Diakuinya, Loteng termasuk daerah yang cukup diminati oleh pelamar CPNS tahun ini. Itu dibuktikan dengan banyak pelamar yang mengakses dan memasukkan lamaranya ke Loteng. Salah satunya dikarenakan Loteng menyediakan formasi CPNS cukup banyak. Di mana dari 10 kabupaten/kota yang membuka rekrutmen CPNS ditambah Pemprov NTB, formasi yang disediakan Loteng terbanyak kedua setelah Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

“Formasi CPNS kita sebanyak 479 formasi. Ini terbanyak kedua di NTB. Sehingga wajar jika kemudian banyak pelamar yang mengincar formasi CPNS yang tersedia di Loteng,” terangnya.

Nazili menjelaskan, untuk mengantisipasi supaya server rekrutmen CPNS tidak sampai down, pihaknya langsung melakukan verifikasi berkas lamaran yang masuk.

Disinggung formasi CPNS mana saja yang banyak dilamar, ia mengaku hampir semua formasi, terutama formasi tenaga teknis untuk beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). (kir)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.