Penggembala Kerbau Meninggal Disambar Petir

Ilustrasi Pengembala Kerbau (suarantb.com/pexels)

Praya (Suara NTB) – Musim hujan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) baru saja dimulai, namun sudah memakan korban jiwa. Selasa, 12 November 2019, seorang penggembala kerbau, Sauri alias Inaq Ahyar (42) asal Desa Teduh Praya Barat Daya, meninggal tersambar petir. Saat itu korban sedang menggembala kerbau miliknya di desa setempat.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, kejadian naas tersebut berlangsung sekitar pukul 16.10 wita. Kala itu korban bersama beberapa warga lainnya tengah menggembala kerbau di salah satu area persawahaan Desa Teduh, saat mendung tebal mulai datang. Beberapa kali kilatan petir menyambar.

Beberapa teman korban sempat mengingatkan korban untuk pulang, karena hujan lebat tampaknya bakal turun. Namun korban bergeming dengan tetap bertahan menggembalakan ternak miliknya sambil memanen jagung, meski hujan lebat sudah mulai turun. Benar saja, selang beberapa waktu kemudian, petir menyambar korban dan seketika itu juga korban langsung terkapar.

Warga yang mengetahui kejadian ini langsung mendatangi korban. Saat diperiksa, korban diketahui sudah meninggal dunia dengan luka bakar di bagian kepala serta dada korban. “Seketika itu juga langsung meninggal dunia, begitu petir menyambar,” aku Jumadil, Kepala Desa Teduh, kepada Suara NTB, Rabu, 13 November 2019.

Sore itu juga korban langsung dibawa ke rumah duka. Sementara aparat kepolisian sempat datang untuk meminta dilakukan otopsi, namun ditolak oleh pihak keluarga korban dengan alasan keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut.

“Pihak keluarga korban mengaku ikhlas dengan kejadian itu. Karena itu musibah,” tambahnya. Oleh pihak keluarga, pada Rabu siang korban kemudian dimakamkan di pemakaman desa setempat.

Atas kejadian pihak desa mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati dan sebisa mungkin menghindari aktivitas saat hujan. Apalagi hujan yang disertai petir. Mengingat, beberapa daerah Desa Teduh termasuk dataran tinggi, sehingga berisiko terjadi sambaran petir. “Kejadian ini kita harapkan bisa menjadi pelajaran bagi warga yang lain. Supaya lebih waspada saat hujan turun,” tegasnya. (kir)