Memprihatinkan, IPM Loteng Tak Kunjung Naik

Ilustrasi (suarantb.com/ist)

Praya (Suara NTB) – Peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dalam beberapa tahun terakhir tak kunjung bergerak naik. Untuk skala NTB, peringkat IPM Loteng masih memprihatinkan karena hanya menempati peringkat 8 dari 10 kabupaten/kota di NTB.

“Kondisi ini tentu jadi suatu keprihatinan. IPM kita tak kunjung membaik. Masih saja di peringkat 8 di NTB,” ujar anggota DPRD Loteng, Tohri, Rabu,  6 November 2019.

Stagnannya peringkat IPM Loteng ini, ujarnya, bisa jadi pertanda kalau proses pembangunan yang selama ini dilakukan oleh pemerintah daerah tak berhasil. Kalaupun ada hasil, namun tidak maksimal. Dalam arti pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah belum mampu memberikan daya dorong kuat dalam hal peningkatan IPM di daerah ini.

“Ini jadi catatan bagi kepemimpinan Suhaili-Pathul. Selama empat tahun memimpin, belum mampu meningkatkan IPM daerah,” kritiknya.

Untuk itu, pemerintah daerah dituntut untuk bisa bekerja lebih keras lagi, supaya semua program-program pembangunan yang dilaksanakan di daerah ini bisa berhasil dan mampu memberi dampak maksimal bagi daerah, khususnya di tiga sektor utama yang menjadi indikator IPM, yakni kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

Paling tidak, harapnya, di masa mendatang, fokus pembangunan harus benar-benar diarahkan ketiga sektor tersebut. Karena bagaimanapun juga peningkatan IPM  merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan suatu daerah.

Kalau IPM membaik, itu artinya kualitas pendidikan masyarakat di daerah ini baik. Hal ini ditopang dengan kualitas kesehatan serta tingkat kesejahteraan yang baik pula. “IPM itu salah satu tolak ukur untuk bisa menilai pembangunan di suatu daerah berhasil atau tidak,” tandasnya.

Meski demikian, tambahnya, untuk bisa meningkatkan IPM bukan perkara mudah. Butuh upaya lebih keras lagi dari pemerintah daerah, selaku penanggung jawab pembangunan didukung oleh semua elemn masyarakat di daerah. ‘’Pemerintah daerah tidak bisa sendiri. Dukungan dari segenap elemen masyarakat di daerah ini juga sangat diharapkan,’’ ujarnya.

Politisi asal Partai NasDem ini mengatakan, salah satu tugas berat yang harus diselesaikan ialah soal angka kemiskinan yang masih cukup tinggi. Di mana sampai saat ini masih ada sekitar 13,8 persen masyarakat Loteng yang masih berada di bawah garis kemiskinan. “Salah satu sektor yang bisa menjadi andalan untuk menekan angka kemiskinan ialah sektor pariwisata. Sektor ini kita harapkan bisa digarap maksimal,”  tambah Ketua BK DPRD Loteng ini. (kir)