Rp166 Miliar Dana Gempa Masih Mengendap di Rekening BPBD Loteng

Kepala Pelaksana BPBD Loteng, H. Muhammad (Suara NTB/dok)

Advertisement

Praya (Suara NTB) – Sebanyak Rp 166 miliar lebih dana bantuan bagi korban gempa di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sampai saat ini masih mengendap di rekening Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

‘’Dana tersebut belum bisa disalurkan ke korban gempa lantaran terganjal belum tuntasnya pembuatan rekening bank bagi korban gempa usulan susulan,’’ ujar Kepala Pelaksana BPBD Loteng, Drs. H. Muhammad, kepada wartawan, Rabu,  30 Oktober 2019.

Ia menjelaskan, dana sebesar Rp 166 miliar ini merupakan dana bantuan gempa yang ditarik dari rekening korban gempa yang dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai penerima bantuan gempa dari data sebelumnya. Dana tersebut selanjutnya akan dialokasikan kembali untuk membiayai rehab rekon serta pembangunan rumah tahan gempa (RTG) bagi korban gempa susulan yang sudah disampaikan ke pemerintah pusat.

“Total ada 10.119 korban gempa susulan yang diajukan oleh Pemkab Loteng ke pemerintah pusat,” sebutnya.

Untuk membiayai rehab rekon serta pembangunan RTG bagi korban gempa susulan, tambahnya, butuh anggaran sekitar Rp 192 miliar lebih, sehingga masih ada kekurangan sekitar Rp 27 miliar lebih. Pihaknya pun sudah mengajukan tambahan dana ke pemerintah pusat.

Muhammad mengatakan, data korban gempa susulan saat ini tengah dalam proses validasi oleh pemerintah pusat. Validasi dilakukan untuk memastikan data korban gempa benar-benar valid dan tidak ada lagi data ganda atau data korban gempa yang tidak memenuhi persyaratan seperti pada usulan sebelumnya.

Pihaknya sangat berharap proses penyaluran dana gempa bagi korban gempa susulan bisa secepatnya direaliasikan. Tapi karena ada aturan dan regulasi yang harus dijalankan, maka penyaluran dana gempa untuk korban gempa susulan belum dilakukan. Hal itulah yang menyebabkan dana hasil penarikan dari rekening korban gempa yang tidak memenuhi syarat, masih mengendap di rekening BPBD Loteng.

“Kalau dari kami berharap dana gempa bisa disalurkan. Supaya rumah korban gempa yang belum ditangani bisa segera ditangani. Tapi ada aturan yang harus dipatuhi,” terangnya. Karena itu  menyangkut penggunaan dana. Kalau salah digunakan, itu bisa berimplikasi hukum. Sehingga harus hati-hati dalam penggunaannya. (kir)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.