Pilkada Loteng, Forum Kades Siap Usung Birokrat Jadi Calon Bupati

Wakil Ketua FKD Loteng,  Lalu Buntaran.  (Suara  NTB /kir)

Praya (Suara NTB) – Jelang gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lombok Tengah (Loteng) tahun 2020 mendatang, Forum Kepala Desa (FKD) Loteng mulai melakukan konsolidasi. Pasalnya, FKD berencana mengusung calon kepala daerah sendiri di Pilkada Loteng mendatang. Beberapa nama dari kalangan birokrat, kini tengah dipertimbangkan untuk bisa bersaing pada perebutan kursi kepala daerah nantinya.

“Secara politik kami (FKD Loteng) memang tidak punya hak untuk bisa mengusung calon kepala daerah. Tapi kami akan upayakan agar calon yang direkomendaskan oleh FKD Loteng bisa ikut bertarung di Pilkada Loteng mendatang,” ungkap Wakil Ketua FKD Loteng, Lalu Buntaran.

Bisa saja, calon dari FKD Loteng tersebut dicarikan partai politik. Atau bisa juga melalui jalur independen atau perseorangan. Yang jelas, calon kepala daerah yang direkomendasikan oleh FKD Loteng bisa ikut bertarung di Pilkada Loteng mendatang.

Karena merupakan calon yang direkomendasikan oleh FKD Loteng, maka FKD Loteng berkomitmen untuk mendukung penuh calon kepala daerah bersangkutan. Baik itu dari dukungan materi maupun dukungan suara. “Soal dukungan materi kita siap. Begitu pula dukungan suara, kita juga siap,” imbuh Kades Ketare ini.

Bila

perlu calon kepala daerah yang diusung oleh FKD Loteng tersebut nantinya, tidak perlu mengeluarkan biaya politik sepeser pun. Asalnya, punya komitmen untuk memajukan daerah ini. “Total kita punya 127 desa. Itu yang siap mendukung. Dari sisi materi maupun suara,” ujar Buntara.

Memang sampai saat ini belum semua Kades yang tergabung dalam FKD Loteng yang sudah menyatakan komitmen. Tapi sudah lebih dari setengah yang mengatakan kesiapan. Tinggal dikonsolidasikan saja. Sehingga pada waktunya nanti, semua Kades di Loteng bisa bersatu mendukung calon kepala daerah yang direkomendasikan oleh FKD Loteng.

Disinggung siapa calon kepala daerah yang dimaksud, Buntaran menegaskan yang jelas bukan dari kalangan politisi. Tetapi dari kalangan birokrat. Karena memang FKD berharap, calon kepala daerah yang diusung bukan dari kalangan politisi.

Untuk posisi yang diincar, ia mengaku bukan jadi masalah. Apakah itu calon bupati ataukah calon wakil bupati. Tapi tentu, harapanya bisa sebagai calon bupati. “Soal siapa pasangannya nanti, tergantung peta dan perkembangan politik. Yang pasti FKD Loteng harus bisa mengirim calon kepala daerah di Pilkada Loteng mendatang,” timpalnya. (kir)