Catatan Menggembirakan di 74 Tahun Lombok Tengah

Inilah Kantor Bupati Loteng yang berlokasi di Desa Puyung Kecamatan Jonggat. Selesainya bangunan kantor bupati ini menjadi kado terindah di HUT Loteng ke 74, Selasa, 15 Oktober 2019 ini. (Suara NTB/kir)

Advertisement

Praya (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Selasa hari ini genap berusia 74 tahun. Di usia yang terbilang cukup matang bagi satu daerah, berbagai kemajuan telah berhasil ditorehkan oleh Bumi Tatas Tuhu Trasna. Filosofi berlari dan melompat yang digaungkan sejak awal pemerintahan Bupati Loteng, H.M.Suhaili FT., telah mampu menjadi pemacu semangat bagi jajaran pemerintahan di daerah ini untuk bekerja lebih dari biasanya.

Sejumlah indikator makro ekonomi menjadi bukti sahih kalau Loteng sudah mulai beranjak dari daerah yang dulu tertinggal, menjadi daerah berkembang. Dukungan berbagai infrastruktur dasar yang dibangun pemerintah sedikit tidak cukup membantu menopang gerak pembangunan di daerah ini.

Angka kemiskinan dari tahun ke tahun terus menurun, kendati besarnya fluktuatif, namun yang jelas setiap tahun angka kemiskinan menurun. Dan, kini sudah diangka 13,8 persen. Artinya, ada  penurunan angka kemiskinan rata-rata sekitar 1 persen per tahun dalam delapan tahun kepemimpinan Bupati Loteng, H. M. Suhaili FT.

Dari sisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), juga mengalami peningkatan cukup signifikan dan, kini sudah menembus angka Rp 2,2 triliun. Hal itu ditopang salah satu adanya peningkatan dari aspek Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang awalnya masih di bawah Rp 75 miliar beberapa tahun lalu, kini sudah menyentuh angka di atas Rp 200 miliar per tahun. Masih kecil memang, tapi sisi positifnya konsisten peningkatan PAD tetap terjaga.

Pengelolaan APBD Loteng juga tetap terjaga dengan baik. Itu dibuktikan dengan prediket Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang sudah tujuh kali secara berturut-turut diraih. Artinya, APBD Loteng sudah dikelola dengan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan daerah yang baik dan benar. Meski bukan berarti sudah sempurna.

Kini jelang akhir masa bakti Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT., pembangunan di Loteng seolah tidak berhenti. Jika sebelumnya fokus pemerintah daerah untuk membangun fasilitas dasar berupa jalan dan saluran irigasi, kini beralih pada pembangunan fasilitas pendukung pemerintah dan ekonomi kecil.

Pasar-pasar di hampir semua kecamatan direvitalisasi. Termasuk Pasar Kopang yang merupakan  pasar terbesar kedua, dibangun ulang dengan konsep lebih modern. Fasilitas kesehatan dan pemerintah di tingkat bawah juga demikian. Puskesmas yang sudah uzur bangunan diganti dengan bangunan baru, termasuk kantor camat, turut direvitalisasi.

Dan, tidak kalah penting ialah pembangunan gedung kantor Bupati Loteng yang baru. Menghabiskan anggaran tidak kurang dari Rp 213 miliar, keberadaan bangunan tersebut seolah menandakan semangat modernisasi Loteng. Dibangun sejak tahun 2018 lalu, gedung kantor Bupati Loteng kini bakal jadi kado ulang tahun terindah bagi Loteng.

“Berbagai pembangunan yang kita laksanakan ini, tidak lepas dari dukungan masyarakat di daerah ini,” ujar Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT, di beberapa kesempatan. Diakuinya, apa yang telah dicapai sejauh ini memang masih jauh dari apa yang diharapkan dan tidak bisa memuaskan semua pihak.

Namun paling tidak, ujarnya, sudah ada pondasi yang diletakkan dan bisa dilanjutkan oleh pemerintahan di masa yang akan datang. “Sekarang fasilitas penunjang pemerintah yang bisa dikatakan sebagai beban, sudah bisa diatasi. Tinggal pemerintahan ke depan melanjutkan pekerjaan pada fokus pembangunan lainnya,” imbuh mantan Ketua DPRD NTB ini.

Artinya, pemerintah ke depan tidak harus lagi dipusingkan bagaimana menyiapkan fasilitas pendukung pemerintahan yang memadai, karena sudah disiapkan sejak sekarang. Pemerintahan ke depan tinggal fokus ke arah pembangunan yang belum tersentuh atau belum digarap maksimal dengan terus menggelorakan filosofi melompat dan berlari. Karena hanya dengan cara itulah, Loteng bisa berkembang pesat dan menjadi daerah yang maju mengejar ketertinggalan dari daerah-daerah lainnya. (kir)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.