Gandeng Martha Tilaar, Pemuda Bilebante Kembangkan Wisata Terapis dan Tanam Herbal

Tanaman herbal berkhasiat obat dan kesehatan mulai dikembangkan pemuda Desa Bilebante, berkerjasama dengan Martha Tilaar. (Suara NTB/kir)

Advertisement

Sebagai salah satu desa wisata di Lombok Tengah (Loteng), Desa Wisata Bilebante Kecamatan Jonggat terus berbenah. Selain mengembangkan pasar pancingan sebagai destinasi desa wisata hijau, pemuda desa setempat juga kini mulai mengembangkan wisata lainnya, yakni wisata terapis kesehatan dan kecantikan dengan menggandeng brand produk kecantikan dan kesehatan terkenal,  Sari Ayu Martha Tilaar.

“MULAI tahun ini kita ada kerjasama pengembangan wisata terapis dengan Martha Tilaar,” sebut Pembina Desa Wisata Hijau (DWH) Bilebante, Hj. Zaenab, kepada Suara NTB, di kediamannya, Rabu, 9 Oktober 2019.

Kerjasama ini meliputi pendidikan, pelatihan sekaligus pendampingan bagi tenaga terapis kesehatan dan kecantikan. Untuk tahap awal, katanya, ada sekitar 8 orang tenaga terapis kesehatan dan kecantikan yang dibimbing oleh Martha Tilaar sejak dua bulan terakhir. Dan, saat ini para tenaga terapis tersebut sudah mulai menerima job terapis, baik itu langsung di Sekretariat DWH Bilebante ataupun secara panggilan.

Namun, tenaga terapis ini hanya menerima jasa terapis dari kalangan perempuan saja. Karena tenaga terapis yang sudah dilatih, baru dari kalangan perempuan saja. Sedangkan untuk tenaga terapis yang pria, bulan depan akan mulai dilatih sekitar 20 orang.

Selain pendampingan untuk wisata terapis, Martha Tilaar tambah pelaku wisata di Desa Bilebante Abdul Khalik, juga memberikan pendampingan pengembangan tananam herbal berkhasiat obat dan kesehatan. Pengembangan ini sudah mulai dilakukan di lahan percontohan milik warga seluas sekitar 6 are lebih.

Nantinya, tanaman herbal berkhasiat obat dan kesehatan tersebut akan dikembangkan di masing-masing pekarangan rumah milik warga, sehingga ditargetkan ke depan, Desa Bilebante bisa menjadi desa sentra pengembangan tanaman herbal. “Untuk konsep pengembangan wisata ini, kita yang pertama dan satu-satunya di NTB,” tegasnya.

Saat ini total sudah ada 187 jenis tanaman herbal berkhasiat obat dan kesehatan yang mulai dikembangkan. Bibit tanaman tersebut sebagian besar didatangkan dari luar oleh Martha Tilaar. Adapun tananam herbal yang ada di Loteng, itu disiapkan sendiri oleh pengelola desa wisata.

“Target kita bisa mengembangkan sekitar 400 jenis tanaman herbal berkhasiat obat dan kesehatan. Namun yang tersedia untuk saat ini baru sekitar 180 jenis tanaman herbal,” ujarnya, seraya menambahkan, tanaman-tanaman herbal ini akan digunakan oleh warga setempat terlebih dahulu. Tapi menutup kemungkinan dikirim ke luar daerah, jika sudah bisa berproduksi secara masal. (kir)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.