Siapkan SDM untuk Mandalika, Loteng Usulkan Rp6,8 Triliun

M. Suhaili FT (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah mengusulkan anggaran tidak kurang Rp 6,8 triliun ke pemerintah pusat. Anggaran tersebut nantinya akan diarahkan untuk membangun berbagai fasilitas penunjang serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah ini, khususnya dalam mendukung pengembangan kawasan The Mandalika Kuta.

Rencananya anggaran tersebut nantinya sebar di sejumlah kementerian yang ada di pusat dan akan digelontorkan dalam tiga tahun. “Usulan anggaran kita sudah masuk ke pemerintah pusat. Mulai tahun ini akan mulai digelontorkan secara bertahap,” ungkap Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT, kepada wartawan, Kamis, 29 Agustus 2019.

Baca juga:  Tiket MotoGP Mandalika Mulai Dijual November 2019

Dikatakannya, selain untuk membangun berbagai fasilitas fisik penunjang daerah, anggaran tersebut juga akan diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat, khususnya para pemuda dan kalangan pelaku UKM di daerah ini. Menurutnya, bukan hanya fisik saja yang dibenani, kualitas SDM masyarakat juga ditingkatkan melalui sejumlah pelatihan dan pendidikan.

Hal itu penting dilakukan untuk mengimbangi pengembangan kawasan The Mandalika supaya dari sisi fasilitas fisik daerah juga bisa mengimbangi perkembangan kawasan tersebut. Dari sisi masyarakatnya juga siap menghadapi masuknya wisatawan dengan adanya pengembagan kawasan The Mandalika.

“Kalau untuk kawasan The Mandalika jelas tidak perlu dipikirkan lagi soal fasilitas penunjangnya. Sekarang pemerintah daerah tinggal fokus membangun di luar kawasan supaya kemajuan kawasan The Mandalika nantinya, berimbang dengan perkembangan kawasan di luar kawasan The Mandalika Kuta,” terangnya.

Baca juga:  Warga Cabut Pagar Lahan di Lokasi Pembangunan Sirkuit

Besarnya alokasi anggaran pusat yang diarahkan ke Loteng, merupakan bentuk perhatian serius pemerintah pusat terhadap rencana pengembangan kawasan The Mandalika Kuta, karena kawasan The Mandalika Kuta merupakan satu dari tiga super prioritas yang akan dikembangkan oleh pemerintah pusat, selain Danau Toba dan Borobudur untuk mewujudkan 10 Bali baru yang bisa mendongkrak angka kunjungan wisatawan di Indonesia. (kir)