Dua Jemaah Haji Asal Loteng Wafat di Mekkah

Pelepasan JCH NTB di Asrama Haji Kota Mataram,  beberapa waktu lalu. (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Jumlah Jemaah Haji asal Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang meninggal dunia di Mekkah bertambah satu lagi, sehingga sampai saat ini, total sudah ada dua jemaah haji asal Loteng yang meninggal dunia di tanah suci. Jemaah haji terakhir yang meninggal dunia atas nama Marlin bin Syarifudin, asal Desa Dasan Baru Kecamatan Kopang.

“Jemaah haji atas nama Marlin ini meninggal dunia tadi dini hari sekitar pukul 01.00 wita atau sekitar pukul 20.00 waktu Mekkah,” ungkap Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Loteng, Drs. H. Jalalussayuthy, SS.M.Pd., saat dikonfirmasi wartawan, Selasa,  6 Agustus 2019.

Sebelum meninggal, jemaah haji tersebut sempat mendapat perawatan, karena mengalami kelelahan setelah menjalankan ibadah sunnah. Terlebih cuaca di tanah suci saat ini kalau siang hari bisa mencapai di atas 40 derajat dan turun drastis pada malam hari.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada para jemaah haji yang lainnya, agar tetap menjaga kondisinya dengan tidak memaksakan diri untuk menjalankan ibadah-ibadah sunat sekiranya tidak dalam kondisi prima. Hal itu penting untuk persiapan menghadapi puncak ibadah haji pada Sabtu,  10 Agustus 2019.

“Kalau sekarang tenaganya terus-terusan diporsi untuk ibadah, khawatirnya jemaah haji tidak bisa maksimal beribadah pada puncak ibadah haji Sabtu besok,” tambahnya.

Almarhum merupakan jemaah haji kelompok terbang (kloter) dua embarkasi Lombok International Airport (LIA). Almarhum satu kloter dengan Sirojudin (78) jemaah haji asal Desa Aik Darek Kecamatan Batukliang yang meninggal pada Selasa,  23 Juli lalu, karena menderita hipertensi.

Kedua jemaah haji yang meninggal dunia termasuk jemaah haji kategori risiko tinggi (risti). Selain karena faktor usia yang sudah di atas 60 tahun juga dikarenakan ada penyakit bawaan dari rumah. “Kita berharap ini jemaah haji asal Loteng terakhir yang meninggal dunia,” pungkas Jalal. (kir)