Dana Penanganan Kekeringan di Loteng Habis

Seorang petani di Loteng sedang mengambil air di salah satu sungai untuk mengairi tanaman yang kekurangan air. Sementara untuk distribusi air bersih ke warga, Pemkab Loteng sudah tidak punya anggaran lagi. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Alokasi anggaran untuk penanganan dampak kekeringan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) khusus untuk distribusi air bersih, saat ini sudah habis. Di mana BPBD Loteng total sudah menyalurkan air bersih sebanyak 228 tangki sampai sejauh ini dari total 218 tangki yang disiapkan.

Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Loteng, Drs. H. Muhammad, kepada Suara NTB, Senin,  5 Agustus 2019. Itu artinya, , untuk droping air bersih ke masyarakat yang terkena dampak kekeringan kini hanya mengandalkan dukungan dari pihak ketiga saja, baik itu dari BUMN maupun BUMD yang ada di daerah ini.

“Kalau jatah droping air bersih dari kita (BPBD Loteng) sudah semuanya disalurkan. Tinggal sekarang bantuan air bersih dari pihak ketiga yang kita andalkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terkena dampak kekeringan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejauh ini baru dukungan air bersih dari BPR Loteng yang sudah mulai disalurkan. Sedangkan dari perusahaan lainnya belum sampai saat ini. “Kalau dari BPR total ada sekitar 30 tangki air bersih yang disiapkan. Itulah yang sekarang sedang disalurkan,” jelas Muhammad.

Setelah ini baru dari Bank NTB Syariah yang akan disalurkan sebanyak 50 tangki air bersih dengan kapasitas 4 ribu liter per tangki. Sementara perusahaan yang lain bisa menyusul, karena sesuai komitmen bersama beberapa waktu lalu, persoalan kekeringan akan ditanggung bersama-sama.

Pasalnya, kalau kemudian hanya mengandalkan BPBD Loteng jelas tidak akan mampu, lantaran kemampuan BPBD juga sangat terbatas, karena tidak bisa menangani seluruh wilayah terdampak kekeringan. Apalagi luas wilayah yang terdampak kekeringan cukup luas, yakni sebagian wilayah Loteng.

Muhammad mengatakan, wilayah yang sudah mendapat droping air di antaranya wilayah Kecamatan Praya Timur, Praya Tengah serta sebagian wilayah Kecamatan Pujut. Pihaknya pun mendroping air bersih ke satu wilayah sasaran tidak sekali. Bisa sampai tiga hingga empat kali dan tergantung kondisi daerah sasaran.

“Kalau daerah sasaran kondisinya sangat parah, kita bisa lima kali mendroping air ke daerah tersebut. Karena terkadang masyarakat minta air bersih sampai berkali-kali. Sehingga kalau tidak dilayani, khawatirnya bisa memicu dampak sosial di tengah masyarakat,’’ ujarnya. (kir)