Baku Mutu Air Sungai di Loteng di Atas Ambang Batas Aman

Seorang petani sedang mengambil air di salah satu sungai di Loteng. Dari hasil penelitian sekarang ini, kualitas baku mutu air sungai dan bendungan yang ada sudah di atas ambang batas aman. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Kondisi sungai-sungai di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) hampir seluruhnya sudah tercemar. Hal itu bisa dilihat dari kualitas baku mutu air sungai dan bendungan yang ada sudah di atas ambang batas aman.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Loteng, L. Rahardhian, Rabu, 31 Juli 2019. Menurutnya, rata-rata baku mutu air sungai serta bendungan di Loteng saat ini sudah masuk golongan III.

‘’Itu artinya, air sungai yang sekarang ini sudah tidak bisa digunakan untuk keperluan lokal, seperti mencuci, memasak apalagi minum.  Hanya bisa digunakan untuk keperluan pertanian saja,’’ ungkapnya.

Apa yang disampaikan ini, ujarnya, sangat beralasan. Mengingat, tingkat pencemarannya sudah sangat tinggi, bahkan ada sungai yang tingkat pencemarannya sampai 60 kali lipat. Di mana, sumber pencemaran yang paling dominan dari limbah rumah tangga dan belum ada sungai yang tercemar logam berat. “Kalau yang tercemar logam berat belum ada. Kebanyakanya tercemar limbah rumah tangga,”  tegasnya.

Tercemarnya sungai-sungai tersebut, lebih dikarenakan ulah masyarakat yang kerap membuang sampah di badan sungai. Termasuk membuang kotoran ke sungai tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu. ‘’Walaupun ada pengolahannya berupa penampungan sementara, tetapi banyak yang tidak memenuhi standar yang ada,’’ ungkapnya.

Guna menekan pencemaran air sungai, pihaknya terus berupaya memberikan penyadaran kepada masyarakat, agar tidak membuang sampah ke sungai. Termasuk, limbah rumah tangga harus dikelola terlebih dahulu, baru kemudian dibuang ke sungai.

“Membangun kesadaran masyarakat untuk mau menjaga lingkungan dari sampah serta limbah rumah tangga, memang bukan perkara mudah. Butuh upaya keras. Dan, itu harus dilakukan secara terus menerus,” imbuhnya.

Dalam hal ini, kalau tidak dicegah, maka khawatirnya tingkat pencemaran bakal semakin parah. Bahkan bisa saja air sungai di Loteng tidak bisa digunakan lagi untuk keperluan apapun.  “Ini tugas kita bersama. Tidak bisa kemudian hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat juga harus sadar, bahwa menjaga lingkungan itu penting demi kepentingan bersama,” ujar mantan Sekretaris Dinas PUPR Loteng ini. (kir)