Swasembada Kedelai, Pusat Targetkan Luas Areal Tanam 95 Ribu Hektar di NTB

Ilustrasi Kedelai (suarantb.com/ist)

Praya (Suara NTB) – Pemerintah pusat saat ini terus berupaya memacu produksi kedelai secara nasional.  Upaya memacu produksi ini guna mengejar target swasembada kedelai tahun 2020 mendatang.

Hal itu diungkapkan pejabat Direktorat Aneka Kacang dan Umbi Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Ir. Cornelia, saat Pencanangan Sistem Tumpang Sari Kedelai dan Jagung, di Desa Labulia Kecamatan Jonggat, Rabu, 17 Juli 2019.

Diakuinya, untuk bisa mencapai target swasembada kedelai memang cukup berat. Pasalnya, produksi kedelai secara nasional saat ini baru sekitar 985 ribu ton. Jumlah tersebut masih jauh dari target swasembada pangan nasional sebesar 2,3 juta ton. “Jadi kita masih harus mengejar target produksi 1 juta lebih kedelai di tahun ini, untuk bisa memenuhi target swasebada kedelai,” sebutnya.

Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk bisa memenuhi target tersebut. Selain dengan perluasan area tanam kedelai juga dengan penerapan sistem tanam tumpang sari, seperti yang mulai diterapkan di Lombok Tengah (Loteng).

Pemerintah pusat sendiri menargetkan luas tanam kedelai tahun ini sekitar 1 juta hektar. Terdiri dari 700 ribu hektar sistem tumpang sari. Sisanya sistem tanam monokultur seluas 300 ribu hektar. “NTB sendiri kita targetnya luas tanam sekitar 95 ribu hektar,” tegasnya.

Ke depan, dengan penerapan sistem tumpang sari tersebut NTB bisa memainkan peran lebih besar dalam kontribusi produksi kedelai secara nasional, termasuk Loteng dalam hal ini. Pasalnya, kontribusi produksi kedelai NTB masih kecil, baru sekitar 3,3 persen dari total produksi kedelai nasional.

“Soal kontribusi terhadap produksi kedelai nasional, masih didominasi dari Pulau Jawa. Tapi dengan penerapan sistem tumpang sari, daerah-daerah lainnya di luar pulau Jawa bisa memberikan kontribusi lebih besar lagi,” tandasnya.

Cornelia mengatakan, terkait program tanam tumpang sari tahun ini pemerintah pusat telah menyiapkan benih bantuan bagi petani yang nantinya akan disalurkan melalui pemerintah daerah setempat. “Untuk tahun depan, pengadaan benih kita serahkan ke pemerintah daerah. Harapannya bisa memberdayakan petani lokal,” tegasnya. (kir)