LIA Sambut Rencana Pembukaan Rute Lombok-Darwin

Sebuah pesawat yang dioperasikan maskapai internasional tengah parkir di LIA. PT. AP I LIA sendiri saat itu terus berbenah, guna menyambut rencana pembukaan rute-rute baru. Termasuk rencana pembukaan rute Lombok-Darwin Australia. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA) menegaskan kesiapannya menyambut rencana pembukaan rute penerbangan internasional Lombok – Darwin Australia. Dari sisi fasilitas penunjang, LIA dinyatakan sudah sangat siap.

Demikian ditegaskan Communication Legal Section Head PT. AP I LIA, Nyoman Siang, kepada wartawan, Selasa, 16 Juli 2019.

Diakuinya, pembukaan rute Lombok – Darwin Australia masih baru sebatas wacana.  Namun kalaupun benar bisa terwujud, LIA sudah sangat siap. “Dari sisi fasilitas kebandarudaraan, LIA sudah sangat siap untuk penerbangan internasional manapun,” tegasnya.

Siang mengatakan, di LIA sendiri saat ini sudah memiliki beberapa rute penerbangan internasional. Seperti Lombok – Kuala Lumpur Malaysia serta Lombok – Singapura. Terakhir, rute Lombok – Perth Australia, sehingga kalau kemudian rute Lombok – Darwin Australia bisa terwujud, akan semakin menambah banyak pilihan penerbangan internasional.

Dengan kata lain, tinggal sekarang kesiapan serta keseriusan dari pihak maskapai. Kalau dari sisi bandara, sudah tidak ada persoalan. Semua persyaratan yang dibutuhkan pihak maskapai siap dipenuhi. “Kalau rute ini bisa terwujud, sangat kita sambut baik,” timpalnya.

Ia menjelaskan, LIA saat ini terus melakukan berbagai pembenahan dari sisi fasilitas penunjang bandara, seperti perluasan apron, pembangunan pararel tax way serta perluasan terminal bandara yang saat ini masih dalam proses finalisasi di tingkat pusat.

Untuk fasilitas appron sendiri, lanjutnya, saat ini daya tampungnya sudah bertambah. Dari sebelumnya hanya 10 pesawat narrow body. Sekarang sudah bisa menampung sampai 18 pesawat narrow body. “Kalau paparel tax way bulan ini ditarget bisa selesai. Sehingga bisa segera digunakan,” tambah Siang.

Keberadaan pararel tax way itu sendiri diharapkan bisa menunjang pergerakan pesawat. Di mana pesawat mobilitasnya bakal lebih cepat dengan adanya paparel tax way tersebut, karena pesawat tidak harus menunggu apron sebelum menunju run way untuk melakukan take off. Tapi bisa menunggu sambil berjalan melalui paparel tax way tersebut. (kir)