Ungkap Penyebab Heli Jatuh, Angkasa Pura Serahkan Dokumen Pendukung ke KNKT

Dua anak tengah melihat badan helikopter yang jatuh, Minggu, 14 Juli 2019. Sementara badan helikopter ditutupi terpal dan lokasi sekitar kejadian masih dipasangkan police line untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Pihak PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA) menegaskan kesiapannya untuk mendukung dan membantu upaya penyelidikan penyebab jatuhnya helikopter Bell-2064, Minggu (14/7). Sejumlah dokumen pendukung pun sudah diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk diteliti. Harapannya, penyebab jatuhnya helikopter komersil yang dioperasikan PT. Carpediem Air tersebut, bisa segera terungkap.

“(Senin) kemarin beberapa dokumen yang terkait insiden jatuhnya helikopter ini sudah kita serahkan ke KNKT. Sebelum KNKT turun ke lokasi jatuhnya helikopter naas tersebut,” ungkap Communication Legal Section Head PT. AP I LIA, Nyoman Siang, Selasa, 16 Juli 2019.

Dikatakanya, untuk saat ini seluruh kewenangan terkait penyelidikan penyebab jatuhnya helikopter tersebut ada di tangan pihak KNKT. Pihaknya tidak punya kewenangan apapun terkait insiden tersebut. Selain kewenangan untuk membantu proses penyelidikan oleh pihak KNKT. Itupun kalau diminta.

Kalau pun kemudian pihaknya terlibat secara aktif pada awal penanganan insiden tersebut, itu hanya sebatas membantu dan mendampingi saja, karena sesuai regulasi yang ada, pihak bandara berkepentingan untuk membantu penanganan kasus kecelakaan pesawat. Terlebih kejadian itu berlangsung di area dekat bandara. “Kalau sekarang tugas kita sudah selesai. Maka yang terkait penyelidikan itu sudah diambil penuh oleh KNKT,” ujarnya.

Sementara itu, pantauan Suara NTB di lokasi kejadian helikopter jatuh di Desa Kawo Pujut, badan helikopter masih belum dievakuasi. Untuk menjaga hal-hal yang diinginkan di sekitar lokasi masih terpasang police line. Badan helikopter juga ditutup dengan terpal. Beberapa aparat TNI AU juga tampak masih berjaga-jaga di sekitar lokasi kejadian.

“Soal rencana evakuasi badan helikopter yang jatuh tersebut, itu menjadi kewenangan pihak perusahaan yang mengoperasikan helikopter tersebut. Kapan dan bagaimana proses evakuasi akan dilakukan. Tapi dalam hal ini kita juga siap membantu, jika memang di butuhkan,” tandas Siang.

Langsung Pulang

Terpisah, Direktur RSUD Praya, dr. Muzakkir Langkir, mengatakan pihaknya sempat merawat dua korban insiden helikopter jatuh di Desa Kawo Kecamatan Pujut. Namun karena hanya mengalami luka ringan, kedua korban hari pada Minggu sorenya langsung pulang. “Memang ada tiga orang yang datang. Tapi hanya dua yang kita rawat. Tetapi hari itu juga mereka langsung pulang,” sebutnya.

Sebelumnya, korban sempat meminta rujukan ke salah satu rumah sakit di Bali untuk keperluan rawat jalan selama berada di Bali. “Mungkin korban punya asuransi di rumah sakit yang ada di Bali. Jadi selesai ditangani di RSUD Praya, korban minta rujukan dan langsung pulang,” tegas Langkir. (kir)