Antisipasi Dampak Kekeringan, PDAM Praya Siapkan Empat Armada Setiap Hari

Distribusi air bersih yang dilakukan PDAM Praya ke wilayah yang terdampak kekeringan. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) –  Sebanyak empat armada pengangkut air bersih disiapkan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Praya untuk mendukung upaya penanganan dampak kekeringan di daerah ini. Empat armada ini akan menyalurkan air bersih ke daerah-daerah terkena dampak kekeringan. Namun, operasional armada berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng.

“Kita hanya siapkan armada dengan kapasitas angkut 4.000 liter. Lengkap dengan air bersihnya. Sedangkan untuk distribusi, diserahkan ke BPBD,” sebut Direktur Utama PDAM Praya, L. Kitab, kepada Suara NTB, Selasa,  9 Juli 2019.

Seluruh air bersih ini, ujarnya, diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat. Artinya, kalau ada pihak yang meminta biaya saat distribusi air bersih, itu di luar kewenangan pihaknya. Dalam hal ini, pihaknya hanya menyiapkan armada dan air bersih sesuai apa yang diinstruksikan Bupati Loteng beberapa hari yang lalu.

Untuk air bersih sendiri, pihaknya sudah menyiapkan tangki penampungan di beberapa lokasi, supaya memudahkan pengambilan air bersih oleh mobil tangki yang ada. Adanya penampungan ini proses distribusi air bersih bisa lebih cepat dan efektif.  “Untuk air bersih kita siap menyuplai berapapun kebutuhannya,” terangnya.

Bahkan jika debit air yang ada di penampungan PDAM Praya kurang, pihaknya akan mengambil air di fasilitas SWRO yang ada di kawasan The Mandalika. Walaupun harganya sedikit lebih mahal. Karena air bersih yang bersumber dari SWRO itu memang untuk keperluan komersil.

“Tapi kita maksimalkan kemampuan kita yang ada dulu. SWRO ini hanya untuk antisipasi, jika memang kebutuhan air bersih tinggi tidak mampu ditangggulangi oleh debit yang ada,” imbuhnya.

Sebelumnya, Asisten I Setda Loteng, Ir. H.M. Amin, mengatakan, kekeringan diprediksi akan berlangsung hingga bulan Desember mendatang. Untuk itu, masyarakat diharapkan bisa melakukan langkah-langkah antisipasi. Paling tidak dengan menghemat penggunaan air bersih supaya debit air yang ada bisa dirasakan secara merata. (kir)