83 Desa di Loteng Rawan Kekeringan

Ilustrasi Kekeringan (suarantb.com/dok)

Praya (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mengidentifikasi sebanyak 83 desa di daerah ini masuk rawan kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Desa-desa tersebut tersebar di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Praya Barat, Praya Barat Daya, Pujut, Praya Tengah, Praya Timur serta Kecamatan Janapria, termasuk Kecamatan Praya serta Jonggat.

Kepala Pelaksana BPBD Loteng, Drs. H. Muhammad, kepada wartawan, Senin,  24 Juni 2019, menjelaskan, peta kerawanan kekeringan tersebut masih bisa berubah dan tergantung kondisi kekeringan yang terjadi. Terlebih tahun ini pihak BMKG memprediksikan musim kemarau akan berlangsung lebih panjang dari tahun sebelumnya, karena musim kemarau tahun ini termasuk musim kemarau ekstrem.

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang diprediksikan bakal melanda hampir sebagian besar wilayah Loteng tersebut, BPBD Loteng sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Salah satunya melalui program droping air bersih. Di mana tahun ini, pihaknya menyiapkan sekitar 200 tangki air bersih.

Memang jika melihat kebutuhan, jumlah tersebut masih jauh. Namun pihaknya berharap dukungan dari instansi terkait lainnya, termasuk dari perusahaan-perusahaan swasta di daerah ini dan bukan hanya dalam bentuk droping air bersih saja, tapi juga program pendukung lainnya, seperti pembangunan sumur bor di daerah rawan kekeringan oleh Dinas PUPR Loteng.  “Tidak hanya droping air bersih saja yang kita siapkan. Ada juga program pendukung lainnya. Harapannya, dampak kekeringan bisa diminimalisir semaksimal mungkin,” tegasnya.

Soal musim kemarau sendiri, saat ini sudah tercatat masuk musim kemarau dengan prediksi akan berlangsung hingga bulan Oktober mendatang. Untuk itu, masyarakat juga hendak juga bisa melakukan upaya antisipasi dan tidak hanya menunggu program dari pemerintah daerah saja.

Pasalnya, kalau kemudian semua urusan diserahkan ke pemerintah tentu tidak akan bisa maksimal.

Disinggung rencana droping air bersih, mantan Kabag. Aset Setda Loteng ini mengaku belum dilakukan sejauh. Tapi memang sudah permintaan yang masuk. Misalnya dari Desa Braim Kecamatan Praya Tengah. “Kita upayakan setelah persiapan selesai, droping air bersih bisa kita mulai. Terlebih sudah ada desa yang meminta bantuan droping air bersih,” tandasnya. (kir)