Memancing, Nelayan Kuta Hilang Dihempas Ombak

Warga Desa Kuta dan polisi tengah menunggu hasil pencarian terhadap salah seorang nelayan setempat yang hilang saat mancing di Pantai Tanjung Dundang. Tim Basarnas dan Tagana tengah bersiap melakukan pencarian nelayan yang hilang dihempas ombak. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Seorang nelayan asal Desa Kuta Pujut Lombok Tengah (Loteng), Satriadi (33), Sabtu,  22 Juni 2019, dilaporkan hilang setelah dihempas ombak besar saat memancing di sekitar Tanjung Dundang Kuta. Polisi bersama warga hingga saat ini masih melakukan pencarian terhadap korban. Tim dari Basarnas NTB pun diterjunkan untuk mencari korban.

Kapolsek Kuta AKP Saogi Angsar, Minggu,  23 Juni 2019 mengungkapkan, sebelum kejadian korban bersama temannya, Agus, sekitar pukul 14.00 wita,  pergi ke Tanjung Dundang untuk memancing. Sesampainya di sana, korban lantas mengambil posisi mancing di sekitar karang, tidak jauh dari temannya.

Sekitar pukul 15.30 wita, saat sedang memancing tiba-tiba sebuah ombak besar datang dan menghempas tubuh korban. Seketika itu juga, korban pun terjatuh ke dalam laut. Melihat temannya terjadi, teman korban sempat berusaha hendak menolong. Namun apa daya, ombak yang besar datang langsung menyeret korban ke tengah laut.

Sempat terlihat, tubuh korban kemudian langsung menghilang di tengah laut begitu ombak surut. Teman korban kemudian menghubungi keluarga korban melalui ponsel. Dan, oleh keluarga korban kejadian itu langsung dilaporkan aparat kepolisian setempat.

Tidak lama berselang aparat kepolisian bersama dan warga datang untuk melakukan pencarian. Tetapi upaya pencarian tidak membuahkan hasil. Pada malam harinya pencarian kembali dilakukan. Namun hasilnya juga masih nihil.

“Upaya pencarian tidak hanya menggunakan perahu. Kami juga menerjunkan tim penyelam,” sebut Saogi. Area sekitar lokasi kejadian seluruh sudah disisir. Tim dari Basarnas NTB serta dari Tagana juga sudah diterjunkan untuk bersama-sama melakukan pencarian.

Akan tetapi, hingga Minggu siang tubuh korban belum juga bisa ditemukan. Namun demikian, pencarian masih akan terus dilakukan hingga tujuh hari ke depan. Sebanyak empat orang penyelam diterjunkan oleh tim Basarnas NTB guna mencari keberadaan korban.

Kejadian tersebut diharapkan bisa sebagai pelajar bagi nelayan ataupun warga yang hendak memancing di lokasi sekitar Pantai Tanjung Dundang untuk lebih berhati-hati, mengingat ombak besar sering datang secara tiba-tiba. Kejadian itu pun bukan baru pertama kali terjadi. Beberapa waktu lalu kasus serupa juga terjadi.

“Di lokasi ini memang cukup berbahaya kalau tidak berhati-hati. Jadi kita sarannya untuk waspada kalau tengah berada di lokasi. Karena memang cukup sering terjadi orang hanyut diterjang ombak di lokasi tersebut,” ujarnya. (kir)