Polisi Kehilangan Jejak Provokator Bentrok di Pleno KPU Loteng

Ilustrasi

Praya (Suara NTB) – Aparat kepolisian Polres Lombok Tengah (Loteng) sampai saat ini masih terus melakukan pengejaran terhadap terduga provokator bentrok antarwarga dengan aparat kepolisian di eks gedung DPRD Loteng tempat rapat pleno rekapitulasi perolehan suara Pemilu legilatif, Rabu (8/5) malam. Polisi pun menduga pelaku provokator tersebut sengaja disembunyikan, sehingga jejaknya sampai saat ini masih belum bisa ditemukan.

Kepolisian pun berharap dukungan informasi dari masyarakat yang mengetahui keberadaan terduga pelaku provokator bentrok antara warga dengan polisi tersebut. “Kalau tidak bersembunyi, dugaan kita pelaku provokator bentrok memang sengaja disembunyikan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, SIK., Senin,  27 Mei 2019.

Saat menemui perwakilan calon anggota legslatif (caleg) yang gogol lolos pada pemilu legislatif diruanga Ops Polres Loteng, Rafles mengaku pihaknya kesulitan untuk menemukan jejak terduga pelaku provokator bentrok, sehingga dukungan informasi dari masyarakat dalam hal ini akan sangat membantu pihak kepolisian untuk menemukan terduga pelaku provokator bentrok.

“Sekecil apapun informasi yang diberikan masyarakat terkait keberadaan terduga pelaku provokator bentrok warga dengan kepolisian sangat kita hargai. Hal itu penting, demi kepentingan penyelidikan kasus bentrok yang melukai sejumlah anggota kepolisian sekaligus bisa mengungkap dalang dari kasus tersebut,’’ tegasnya.

Ia menjelaskan, sampai saat ini pihaknya baru menahan satu orang tersangka pascabentrok dari lima orang warga yang sebelumnya sempat diamankan. Warga tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan membawa senjata tajam tidak pada peruntukannya.

Rafles pun menegaskan, proses penyelidikan tidak akan sampai berhenti di situ saja. Pihaknya akan terus mengejar terduga dalang dari aksi tersebut. “Kita tidak akan berhenti hanya sampai satu orang tersangka. Karena dibalik itu, diduga kuat ada provokator yang menggerakkan warga hingga bentrok warga dengan aparat kepolisian pecah,” tandasnya.

Terkait barang bukti berupa sepeda motor sebanyak 22 unit serta 10 kendaraan roda empat, pihaknya mempersilakan pemiliknya untuk mengambil dengan catatan yang mengambil harus pemiliknya langsung disertai dengan dokumen kendaraan yang lengkap. Kalau bukan pemiliknya langsung dan tanpa surat-surat kendaraan yang lengkap, sepeda motor serta roda empat yang ditahan tidak akan diberikan. (kir)