Pelaku Curanmor Sasar Tempat Ibadah

Kasat Reskrim Polres Loteng, Rafles Girsang (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Aksi pencurian sepeda motor (curanmor) di wilayah hukum Polres Lombok Tengah (Loteng) selama bulan puasa kali ini, mulai meningkat, terutama menjelang hari lebaran seperti sekarang ini. Untuk itu, masyarakat pemilik sepeda motor diingatkan untuk lebih waspada dengan tidak memarkir kendaraannya di sembarang tempat.

 “Dari laporan kasus curanmor yang masuk, kebanyakan lokasi kejadiannya di sekitar tempat ibadah. Jadi masyarakat kita ingatkan supaya waspada kalau membawa kendaraan ke tempat ibadah,” seru Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, SIK., kepada wartawan, Senin,  27 Mei 2019.

Banyaknya pelaku kejahatan sekarang menyasar tempat ibadah, karena masyarakat sekarang banyak yang memilih beribadah di tempat ibadah. Hal itu bisa dilihat dari ramainya kondisi tempat ibadah, terutama lagi pada waktu salat dan rata-rata warga membawa kendaraan.

Kondisi tersebut menarik minat pelaku kejahatan untuk beraksi di sekitar tempat ibadah. Terlebih pengamanan di sekitar tempat ibadah juga longgar. “Jadi kalau mau beribadah, tolong kendaraannya diparkir di tempat yang mudah terpantau disertai pengamanan ganda supaya pelaku akan berpikir dua kali kalau mau beraksi,” tegasnya.

Polisi dalam sepekan terakhir, berhasil mengungkap delapan kasus curanmor dan kejahatan di jalan raya dengan total tersangka yang diamankan sebanyak 16 orang. Mereka yang diamankan itu,  pelaku curanmor maupun pelaku kejahatan di jalan raya. Dari pelaku yang sudah diamankan, rata-rata merupakan residivis kasus serupa.

Untuk menekan kasus kejahatan selama bulan puasa dan menjelang hari raya tahun ini, jajarannya juga terus mengintensifkan operasi dan razia diperkuat lagi dengan patroli. Di mana untuk patroli, pihaknya menerjunkan satuan Sabhara dengan sasaran seluruh wilayah Loteng.

Tapi tentunya upaya yang dilakukan aparat kepolisian tidak akan bisa maksimal, jika masyarakat juga tidak ikut mendukung. Paling tidak memperkuat pengamanan diri serta kendaraannya, sehingga pelaku kejahatan tidak akan semaunya menjalankan aksinya.

“Jangan hanya berharap kepada aparat kepolisian. Karena aparat kepolisian juga punya kekurangan. Tidak mungkin semua wilayah dijaga oleh aparat. Tanpa ada peran serta dan dukungan dari masyarakat itu sendiri,” pungkas Rafles. (kir)