Rawan Pelanggaran, Bawaslu Loteng Perketat Pengawasan TPS di Daerah Perbatasan

Ketua Bawaslu Loteng, Abdul Hanan (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) bakal memperketat pengawasan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) didaerah-daerah perbatasan. Lantaran dinilai rawan dan rentang terjadi pelanggaran pemilu. Karena terkesan jauh dari pengawasan.

“TPS didaerah-daerah perbatasan itu rawan terjadi pelanggaan pemilu. Sehinggg petugas kita sudah ingatkan supaya benar-benar mengawasi TPS-TPS tersebut. Untuk mengantisipasi terjadi pelanggaran pemilu,” ujar Ketua Bawaslu Loteng, Abdul Hanan, S.H., kepada Suara NTB, Selasa,  16 April 2019.

Pelanggaran pemilu yang paling rentan terjadi berupa mobilisasi pemilih dari luar wilayah, untuk memilih didaerah setempat. Dengan tujuan memenangkan calon tertentu. Sehingga pergerakan masyarakat didaerah-daerah perbatasan jadi perhatian utama pihaknya.

“Kan bisa saja, pemilih dari luar Loteng diarahkan untuk memilih di wilayah Loteng.  Nanti pemilih tersebut bisa memilih lagi diwilayahnya. Begitu pula sebaliknya,” terangnya. Disatu sisi, untuk memobilisasi pemilih tidak terlalu sulit. Karena lokasi yang  berdekat.

Ia pun mengingatkan kepada seluruh pemilih, terutama lagi pemilih yang berada didaerah perbatasan jangan mau terpancing atau dibujuk untuk memilih diwilayah lain. Karena kalau sampai ada yang ditemukan, pemilih bersangkutan bisa tersangkut hukum. Lantaran dinilai melakukan pelanggaran aturan pemilu.

Lebih baik masyarakat menggunakan hak pilih ditempat terdaftar. Jangan coba-coba melakukan tindakan ataupun hal-hal yang menjurus kepada pelanggaran pemilu. Karena implikasinya bisa ke pidana. “Jangan hanya karena persoalan pemilu, kita justru harus berurusan dengan hukum,” ujarnya seraya menegakan, kalau sampai ada yang ditemukan maka pihaknya tidak segan-segan melakukan tindakan tegas. (kir)