Bawaslu Loteng Temukan Belasan Kotak Suara Belum Disegel

Hujan yang melanda wilayah Loteng membuat sejumlah kotak suara menjadi basah. Hal ini menyebabkan surat suara menjadi rusak. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Distribusi logistik Pemilihan Umum (Pemilu) hari pertama di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tak berjalan mulus, karena hujan turun. Akibatnya, belasan kotak suara rusak terkena air. Tidak hanya itu, belasan kotak suara juga ditemukan dalam kondisi belum disegel.

Atas temuan tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Loteng pun sudah merekomendasikan agar kotak suara dibuka lagi untuk mengecek kembali kelengkapan logistik pemilu yang ada. “Sampai sore ini  total ada 12 kotak suara yang basah dan serta segel pengamannya rusak. Ditambah 17 kotak suara belum disegel,” ungkap Ketua Bawaslu Loteng, Abdul Hanan, S.H., Senin,  15 April 2019.

Kotak suara yang rusak dan belum disegel tersebut ditemukan di beberapa desa. Seperti di Desa Lajut dan Desa Batunyala Kecamatan Praya Tengah. Kemudian ada juga temukan kotak suara d Desa Pemepek yang gembok kotak suaranya tidak terkunci. Belum lagi ada 18 TPS di Kelurahan Gerunung Praya yang kotak suara tanpa segel pengaman.

“Kemungkinan temuan kasus serupa masih akan bertambah. Pasalnya, panwascam masih terus melakukan pemantauan di wilayah kerjanya masing-masing,” terangnya. Terhadap temuan pihaknya sudah berekomendasikan supaya kotak suara dibuka kembali untuk mengecek logistik yang ada.

Melihat kondisi yang ada, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan KPU Loteng untuk mengatur kembali proses distribusi. Jika memang kondisi hujan, pengamanan di armada pengangkut logistik diminta supaya ditambah kembali. Tapi jika tidak memungkinkan karena cuaca, supaya ditunggu sampai hujan reda dulu, baru distribusi logistik dilakukan kembali.

“Catatan hari pertama distribusi logistik ini jadi bahan evaluasi kita bersama dengan KPU, terkait pola distribusi pada hari kedua besok (hari ini,red),’’ ujar Hanan. (kir)