50 Warga Loteng Terjangkit Demam Berdarah

Ilustrasi Nyamuk DBD (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mencatat sebanyak 50 warga di daerah ini terjangkit demam berdarah (DB). Namun hanya sebagian kecil saja yang dinyatakan positif DB. Selebihnya masih dinyatakan suspect (dicurigai). Demikian diungkapkan Kepala Dikes Loteng, H. Omdah, S.KM., kepada wartawan, Jumat,  12 April 2019.

Dikatakannya, dalam tiga bulan pertama tahun ini jumlah kasus DB di Loteng memang fluktuatif, karena sangat tergantung kondisi cuaca. Tapi secara umum, jika dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama jumlah kasus DB tahun ini lebih kecil dan dipastikan tidak akan korban jiwa. ‘’Seluruh korban DB pun sudah ditangani,”  klaimnya.

Guna menekan kasus DB di Loteng, jajaran Dikes Loteng terus digerakkan untuk menggalakkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Karena cara yang paling ampuh dalam menangkal dan mengantisipasi penyebaran DB ialah dengan PSN. Sementara fogging atau pengasapan tidak direkomendasikan sebagai langkah antisipasi. Fogging hanya untuk penindakan saja.

Pasalnya, fogging hanya menyasar nyamuk dewasa saja. Sementara jentik nyamuk tidak bisa dibasmi dengan pola itu, kecuali dengan pola PSN.

Omdah mengingatkan, daerah yang terlibat bersih tidak menjamin bebas dari DB, sehingga masyarakat diharapkan tetap waspada. Apalagi nyamuk DB termasuk nyamuk elite yang tidak suka tempat kotor, tapi suka tempat-tempat yang bersih. “Walaupun bersih tapi banyak sarang nyamuk, itu bisa memicu penyebaran nyamuk DB. Justru tempat-tempat yang kotor tidak disukai nyamuk jenis ini,” tandas Omdah. (kir)