Pembebasan Lahan Dam Mujur Butuh Rp700 Miliar

Bupati Loteng, H. M.Suhaili (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Pembangunan Dam Mujur Lombok Tengah (Loteng) diakui akan menghabiskan anggaran yang tidak sedikit. Bahkan untuk biaya pembebasaan lahan saja diperkirakan bakal menelan anggaran hingga Rp700 miliar lebih. Sehingga untuk saat ini, agak sulit bisa mewujudkan pembangunan Dam Mujur.

“Tapi bukan berarti Dam Mujur tidak bisa dibangun. Hanya agak berat untuk saat ini,” ungkap Bupati Loteng H.M.Suhaili FT., kepada wartawan saat dikonfirmasi soal hasil pertemuannya dengan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, Jumat, 11 Januari 2019 kemarin.

Apalagi kalau anggaran pembebasan lahan dilimpahkan ke pemerintah kabupaten, jelas akan sangat sulit. Bahkan kalaupun ditanggung bersama dengan pemerintah provinsi, dengan kondisi anggaran daerah yang seperti sekarang ini masih sangat berat. Terutama bagi Pemkab Loteng.

Baca juga:  Pengadaan APE TK/PAUD Kota Bima Diduga Mubazir

“Kalau pemerintah daerah yang harus membebaskan lahan, jelas akan berat. Kecuali kalau pemerintah pusat ikut membantu, mungkin bisa lebih ringan,” sebutnya. Tapi sampai saat ini pemerintah pusat belum ada kejelasan soal dukungan anggaran pembebasan lahan.

Berapa yang harus ditanggung oleh pemerintah pusat dan berapa yang harus disiapkan oleh pemerintah provinsi dan Pemkab Loteng. Kalau nantinya sudah ada kejelasan, rencana sharing anggaran pembebasan lahan, mau tidak mau Pemkab Loteng harus siap.

Baca juga:  Soal Masalah Lahan di KEK Mandalika, Pemprov NTB Serukan Jangan Mudah Terprovokasi

Namun karena sampai sekarang belum ada kejelasan, Pemkab Loteng juga belum bisa mengambil sikap. “Masalah berapa sharing anggaran pembebasan lahan Dam Mujur itu yang masih kita tunggu kepastinya. Berapa sharing aggaran pusat, provinsi dan kabupaten. Baru bisa kita bersikap,” timpalnya.

Tapi kalau semua beban pembebasan lahan Dam Mujur diserahkan ke Pemkab Loteng ataupun bersama dengan pemerintah provinsi, jelas akan sulit. Namun bukan berarti tidak bisa diwujudkan. Selama pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten satu kata, pembangunan Dam Mujur bukan hal yang mustahil. (kir)