Target Penerimaan Negara ‘’Trekking’’ Rinjani Lewat Loteng Rp10 Miliar

SUASANA - Suasana Danau Segara Anak Gunung Rinjani yang diabadikan salah seorang pendaki saat mendaki di jalur pendakian via Loteng, beberapa waktu lalu. (Suara NTBist)

Praya (Suara NTB) – Jalur trekking Gunung Rinjani melalui Desa Aik Berik Lombok Tengah (Loteng) sudah resmi dibuka.  Selain bisa membantu mendorong pergerakan ekonomi masyarakat di sekitar pintu masuk jalur pendakian, keberadaan jalur trekking tersebut juga diharapkan bisa mendatangkan manfaatnya lain. Berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), minimal Rp 10 miliar pertahun.

Hal itu diungkapkan Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP., saat membuka diskusi publik sinergisitas pariwisata di D’Max Hotel Praya, Kamis, 13 Desember 2018. Dikatakannya, saat masih dibuka jalur pendakian via Sembalun dan Senaru, PNBP cukup besar hingga mencapai Rp 40 miliar.

Baca juga:  Mulai 1 Januari, Pendakian Rinjani Ditutup Tiga Bulan

“Tapi karena jalur Loteng ini masih baru, paling tidak kita bisa memperoleh PNBP sekitar Rp 10 miliar sudah cukup bagus,” terangnya.

Ia menjelaskan, jalur pendakian melalui Loteng saat ini merupakan satu-satunya jalur pendakian Gunung Rinjani yang sudah dibuka oleh pemerintah. Karena dinilai paling aman. Namun karena masih baru, pihaknya tidak mau mematok target tinggi. Yang penting jalur pendakian tersebut dikenal dulu, sehingga ke depan akan semakin banyak orang yang mau mendaki melalui jalur Loteng. Dengan begitu, perekonomian masyarakat akan ikut bergerak.  Pada akhirnya bisa mendongkrak taraf kesejahteraan masyarakat sekitar.

Baca juga:  Mulai 1 Januari, Pendakian Rinjani Ditutup Tiga Bulan

Secara lebih luas, keberadaan jalur pendakian di wilayah Loteng tersebut diharapkan bisa menambah pilihan destinasi wisata bagi wisatawan di daerah ini. Karena tentu tidak semua wisatawan senang berwisata bahari atau pantai. Ada juga wisatawan yang suka berpetualang. Nah, wisata pendakian tersebut bisa jadi alternatif lain. (kir)