Perpanjangan Landasan Pacu LIA Belum Jadi Prioritas

Praya (Suara NTB) – Perpanjangan run way (landasan pacu) Lombok International Airport (LIA) dipastikan sudah masuk dalam program oleh PT. Angkasa Pura (AP) I. Hanya saja, realisasinya tidak dalam waktu dekat ini. Mengingat, panjang run way yang dimiliki LIA sekarang ini dinilai masih layak untuk melayani jenis pesawat yang ada di LIA sejauh ini.

“Dengan panjang run way yang sekarang ini, pesawat berbadan lebar kelas Boeing 777 sudah bisa mendarat kok. Artinya, dari sisi urgensi, perpanjangan run way belum terlalu mendesak dilakukan,” tegas General Manager (GM) PT. Angkasa Pura (AP) I LIA I Gusti Ngurah Ardita, kepada Suara NTB, Rabu, 7 Februari 2018.

Sementara pesawat yang masuk di LIA sekarang ini masih kelas pesawat Boeing 737. Bahkan, pada musim haji tahun lalu pesawat kelas Boeing 747 sudah masuk dan tidak ada masalah. “Pada waktunya run way LIA pasti akan diperpanjang. Dalam masterplan pengembangan LIA oleh PT. AP I pun sudah masuk rencana perpanjangan run way,” terangnya.

Yang paling mendesak sekarang ini, ujarnya, ialah perluasan terminal serta apron. Mengingat, kondisi terminal bandara sudah sangat mendesak untuk diperluas, karena jumlah penumpang pesawat dari waktu ke waktu terus bertambah. Di mana daya tampung terminal sekarang hanya sekitar 3,2 juta orang per tahun. Sementara jumlah penumpang di LIA sudah lebih di atas kapasitas terminal.

Selain itu, saat ini daya tampung apron maksimal 10 pesawat untuk jenis pesawat narrow body. Di satu sisi, jumlah penerbangan juga terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah maskapai yang masuk melayani rute penerbangan di LIA.

Atas pertimbangan itulah, mulai tahun ini hingga 2019 mendatang, PT. AP I sudah memprogramkan perluasan terminal bandara dengan luas hampir sama dengan luas terminal yang sekarang ini, yakni sekitar 20 ribu meter persegi.

Kemudian apron bandara, tahun ini akan dimulai pengerjaan fisik untuk perluasan apron di sisi barat dan kemungkinan juga untuk perluasan apron di sisi barat. “Awalnya kita mengusulkan perluasan apron di sisi timur. Tapi oleh direksi PT. AP I ditambah lagi dengan perluasan apron di sisi barat,” jelasnya.

Jika sudah diperluas di kedua sisi ini, maka daya tampung apron bisa menjadi 18 pesawat ukuran narrow body. Bersamaan dengan perluasan apron juga akan ada penambahan satu taxi way, sehingga total akan ada tiga taxi way pada tahun 2019 mendatang.

Menurutnya, jika run way dipaksa untuk diperpanjang, sementara fasilitas pendukung yang lain belum siap, tentunya akan sia-sia. “Jadi perpanjangan run way bukan tidak prioritas. Tapi untuk saat ini belum mendesak dilakukan. Sehingga fokus kita pada perluasan terminal dan apron dulu, baru melangkah ke run way,” kilahnya. (kir)