Pembangunan Poltekpar Lombok Habiskan Anggaran Rp 1,2 Triliun

Advertisement

Praya (Suara NTB) – Proses pembangunan kampus Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok diperkirakan bakal menelan anggaran hingga Rp 1,2 triliun. Namun anggaran tersebut tidak sekaligus akan dikucurkan oleh pemerintah pusat. Tetapi secara bertahap, sesuai dengan kondisi dan perkembangan kampus.

“Hasil koordinasi kita, kampus Poltekpar Lombok ini akan dibangun secara bertahap. Dengan total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 1,2 triliun. Dan, seluruhnya bersumber dari dana pusat,” ungkap Wakil Ketua DPRD Loteng, Ahmad Ziadi, kepada Suara NTB.

Artinya, proyek ini bukan proyek main-main. Anggarannya saja begitu besar. Sehingga dari sisi dampak, jelas akan memberikan dampak positif yang begitu besar bagi masyarakat dan daerah ini. Paling tidak bisa memacu perputaran ekonomi di daerah ini. dengan besarnya anggaran yang mengalir ke proyek pembangunan kampus Poltekpar Lombok tersebut.

Untuk itu, tidak ada alasan bagi masyarakat di daerah ini untuk menolak pelaksanaan pembangunan kampus dan harus didukung penuh. Karena bukan hanya dari sisi ekonomi saja, dalam hal peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat di daerah ini keberadaan kampus Poltekpar Lombok itu nantinya akan berarti besar.

“Jangan kita berpikir kepentingan yang sekarang ini. Tapi mari kita berpikir kepentingan jangka panjang. Untuk anak cucu kita,” terangnya.

Bisa dibayangkan akan berapa banyak warga masyarakat di daerah ini yang bisa menimba ilmu di Poltekpar Lombok tersebut. Dan, dengan bekal ilmu tersebut mereka bisa bekerja atau bahkan membuka lapangan kerja baru. Terlebih misi keberadaan Poltekpar Lombok sangat relevan dengan fokus pemerintah daerah saat ini untuk memajukan dan mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu pendorong kemajuan daerah.

Sementara itu, Asisten I Setda Loteng, Ir. H. L.Moh. Amin, Rabu (9/8), mengatakan proses pembangunan kampus Poltekpar Lombok dijadwalkan dimulai Kamis (hari ini,red). Di mana Menteri Pariwisata Arief Yahya direncanakan hadir.

“Jadwalnya direncanakan seperti itu. Tapi kita masih menunggu kesiapan dari pak menteri sendiri,” terang Amin. (kir)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.