Puncak Bau Nyale, Wisatawan Minta Waktu Pelaksanaan Lebih Tepat

Praya (Suara NTB) – Puluhan ribu masyarakat tumpah ruah pada perayaan puncak Festival Pesona Bau Nyale di Pantai Seger Kuta Lombok Tengah (Loteng). Warga juga membanjiri hampir semua kawasan pantai selatan Loteng. Meski banyak wisatawan yang kecewa, karena nyale tidak banyak keluar, rasa penasaran mereka terbayar setelah menangkap nyale secara langsung.

“Katanya nyale keluar dalam jumlah banyak. Tapi yang ada kok sedikit ya?” keluh wisatawan asal Jakarta di Pantai Seger.

Hanya saja, ia juga mengaku cukup puas. Sudah bisa merasakan langsung, bagaimana menangkap Nyale. Dan, berharap penyelenggaran Bau Nyale di Loteng bisa semakin baik. Terutama terkait waktu pelaksanaannya, supaya lebih akurat dan cermat menetapkan waktu pelaksanaannya. “Katanya kemarin (Rabu,red) nyale-nya baru banyak yang keluar,” ujarnya.

Sebelumnya, konsentrasi masyarakat sudah mulai terlihat sejak Kamis, 16 Februari 2017 sore. Jumlah massa terus bertambah hingga menjelang puncak Bau Nyale sekitar pukul 03.00 wita, Jumat dini hari. Pantauan Suara NTB, warga mulai turun ke laut untuk menangkap nyale sekitar pukul 02.30 wita.

Warga datang membawa peralatan berupa jaring serta wadah tempat menyimpan nyale (cacing laut) berbagai jenis ditambah alat penerangan, seperti lampu senter.

Warga yang datang menangkap Nyale juga bukan hanya warga Loteng saja. Banyak juga yang datang dari Kota Mataram, Lombok Barat (Lobar), Lombok Timur (Lotim) dan dari Kabupaten Lombok Utara (KLU). Termasuk warga Pulau Sumbawa. Bahkan warga dari luar NTB dan wisatawan asing juga tidak kalah banyak yang datang.

Puncak perayaan Festival Pesona Bau Nyale dibuka Wakil Gubernur NTB, H.Muh. Amin, SH, MSi.  Menurutnya, Pemprov NTB mengapresiasi kegiatan event Bau Nyale ini. Karena selama ini event tahunan ini cukup besar pengaruhnya dalam mendorong angka kunjungan wisatawan di daerah ini.

Ke depan, janjinya, dukungan lebih besar akan terus diberikan pemerintah provinsi dengan harapan, event Bau Nyale bisa semakin menggema, bukan hanya di tingkat nasional tapi juga dunia internasional.

Di Lombok Barat, ratusan warga Dusun Pengantap Desa Buwun Mas Sekotong menggelar bau nyale di Pantai Nambung untuk pertama kalinya. Ritual budaya yang pertama kali diadakan ini bertujuan mempertahankan kearifan lokal di samping mempromosikan Nambung sebagai destinasi wisata.

Kades Buwun Mas, Rohidi, mengaku, kegiatan ini telah lama dirancang oleh pihak desa dan Forum Masyarakat Kecamatan Sekotong.

Disampaikan, event budaya ini bakal terus diadakan tiap tahun. Ke depan ia berharap event ini tidak saja digelar secara swadaya masyarakat, namun perlu didukung pemda. Bahkan bila perlu event ini masuk ke agenda pemda agar bisa digelar tiap tahun. Ia menegaskan, event ini bukan meniru event di daerah lain, tapi tetap digelar oleh masyarakat.

Ketua Forum Masyarakat Kecamatan Sekotong, Abdul Majid menyatakan, festival bau nyale ini bukan hanya di Loteng dan Lotim, namun di Lobar khususnya di kawasan Sekotong bagian selatan persisnya di Nambung juga ada Nyale. Ia berharap agar Sekotong menjadi sentral festival bau nyale ke depan. “Ini juga upaya mempopulerkan Pantai Nambung,” jelasnya. (kir/her)