Angkasa Pura Rencanakan Penambahan Daya Tampung Terminal LIA

Praya (Suara NTB) – Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA) berencana bakal penambahan kapasitas dan daya tampung terminal bandara yang saat ini dinilai sudah overload. Salah satu caranya dengan memperluas area terminal dan membangun beberapa fasilitas terminal yang baru. Rencananya, perluasan akan dilaksanakan tahun 2018 mendatang.

“Saat ini kita masih mengkaji kondisi terminal. Termasuk tren peningkatan jumlah penumpang. Jika memang harus dilakukan, baru kita usulkan untuk perluasan terminal,” ungkap General Manager PT. AP I LIA, I Gusti Ngurah Ardita, kepada Suara NTB, Sabtu, 28 Januari 2017.

Diakuinya, jika melihat jumlah penumpang pesawat selama tahun 2016 lalu kemudian dibandingkan dengan daya tampung terminal sekarang ini bisa dikatakan sudah kelebihan beban.

Tahun lalu, jumlah penumpang pesawat di LIA sudah menyentuh angka hampir 3,5 juta orang. Sementara daya tampung terminal sekarang ini hanya 3,2 juta orang per tahun dengan rata-rata penumpang mencapai 11-12 ribu orang per hari atau naik sekitar 34 persen jika dibandingkan dengan rata-rata penumpang tahun 2015.

Baca juga:  Pemprov NTB Desak Perbaikan Dermaga II Padangbai Dipercepat

“Dengan catatan tersebut, menempatkan LIA sebagai bandara dengan persentase peningkatan penumpang tertinggi kedua di antara bandara-bandara lainnya di bawah PT. AP I, setelah Bandara (Adi Sumarmo) Solo,” terangnya.

Walaupun dari sisi jumlah penumpang per hari, LIA masih jauh di bawah Bandara Ngurai Rai Denpasar maupun Bandara Djuanda Surabaya. Tapi dengan persentase kenaikan jumlah penumpang di atas 30 persen, menunjukkan kalau perkembangan LIA sangat menjanjikan dan potensial ke depan.

Selain itu, pihaknya masih melakukan penjajakan terhadap sejumlah rute penerbangan potensial. Sebelumnya, pada Kamis, 26 Januari 2017, satu rute penerbangan internasional resmi dibuka di LIA, yakni rute Lombok-Kuala Lumpur oleh maskapai Air Asia Indonesia.

Baca juga:  Pemkot akan Bongkar Jembatan Penyeberangan

“Jadi sekarang untuk rute Lombok-Kuala Lumpur, ada tiga kali penerbangan sehari.  Masing-masing dua kali oleh Air Asia Malaysia dan satu kali oleh Air Asia Indonesia,” terangnya.

Pihaknya pun, tegas Ardita tidak akan berhenti sampai di sini. Sejumlah rute penerbangan kini dibidik untuk bisa dibuka. Komunikasi dengan bebarapa maskapai terkait pembukaan rute-rute penerbangan juga sudah mulai dibangun. Di antaranya rute Lombok-Australia, Lombok – Tiongkok dan Hongkong serta Timur Tengah.

Sedangkan untuk rute penerbangan domestik, pihaknya tengah mengupayakan untuk mengaktifkan kembali rute Lombok-Bandung. Pihaknya sudah membangun komunikasi dengan maskapai Lion Air untuk mengaktifkan kembali rute ini.

Dari hasil penjajakan, pihak Lion Air sudah menyatakan kesanggupannya dan sudah menyiapkan armada dan meminta slot time di LIA. Hanya saja, rute ini belum bisa diaktifkan kembali, lantaran terkendala slot time yang di Bandung. (kir)