Dukung Event Bau Nyale, Pemprov Siapkan Anggaran Rp 700 Juta

Praya (Suara NTB) – Dukungan penuh siap diberikan Pemprov i NTB terhadap gelaran event Bau Nyale di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tanggal 15-17 Februari mendatang. Anggaran sebesar Rp 700 juta pun telah dipersiapkan untuk mendukung event budaya tahunan tersebut. Selain dari dukungan konsep serta manajemen event.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, H.  L. Moh. Faozal, S.Sos, M.Si, saat rapat koordinasi dengan Pemkab Loteng di ruang Rapat Tastura I Kantor Bupati Loteng, Kamis, 12 Januari 2017.

Dalam hal dukungan anggaran, jelasnya, event Bau Nyale termasuk yang paling besar, setelah Festival Tambora Menyapa Dunia. Itu semua dilakukan, supaya bisa mengangkat event Bau Nyale, karena dengan anggaran yang cukup, tentu akan banyak hal yang bisa dilakukan dalam upaya lebih menggemakan event budaya tahunan masyarakat suku Sasak ini.

Baca juga:  Telusuri Jejak Kehidupan Kuno di Loteng, Balai Arkeologi Bali Turunkan Tim Peneliti

Pihaknya sudah menyiapkan setidaknya delapan jenis kegiatan. Di antaranya, kompetisi surfing, Festival Cilokaq, kampung kuliner hingga voli pantai dan fotografi. Termasuk pemilihan Putri Mandalika serta kompetisi menghias gapura bertajuk Bau Nyale.

Hanya saja, tidak semua kegiatan akan dilaksanakan oleh Pemprov NTB. Tiga kegiatan di antaranya akan diserahkan ke Pemkab Loteng untuk melaksanakannya, tapi anggaranya berasal dari Pemprov NTB. “Untuk kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan, nanti akan kita matangkan kembali dengan Pemkab Loteng,” terangnya.

Untuk menandai pelaksanaan event Bau Nyale, Disbudpar NTB rencanya akan mengelar kick off event bertempat di Pantai Seger Kuta, pada Minggu (15/1) mendatang. Sebagai penanda kalau event Bau Nyale telah dimulai. Dari sanalah kemudian, sosialisasi dan promosi kegiatan akan mulai diintensifkan.

Baca juga:  Telusuri Jejak Kehidupan Kuno di Loteng, Balai Arkeologi Bali Turunkan Tim Peneliti

Disinggung terkait waktu pelaksanaan event Bau Nyale, Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng, H.M. Nursiah,S.Sos.M.Si., mengatakan segera ditentukan. Saat ini, masih ada selisih paham terkait kapan puncak perayaan Bau Nyale digelar. Ada yang mengatakan tanggal 15-16 Februari dan 16-17 Februari. “Soal waktu pelaksaan Bau Nyale ini, segera akan kita laporkan ke Pak Bupati. Untuk kemudian diputuskan, pelaksanaan event tersebut,”  ujarnya.

Tapi yang pasti, Pemkab Loteng bersama Pemprov NTB siap menggelar event Bau Nyale. Terlebih pemerintah pusat juga menyatakan bakal mendukung penuh kegiatan ini. Apalagi event Bau Nyale, lokasi pelaksanaannya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan telah ditetapkan sebagai kawasan super perhatian. “Event Bau Nyale ini, merupakan event yang diharapkan bisa mengangkat nama KEK Mandalika,” tambah Faozal. (kir)