Wisatawan Selong Belanak Keluhkan Aksi Balapan Liar

Praya (Suara NTB) – Perayaan tahun baru di kawasan wisata Pantai Selong Belanak Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah (Loteng) disorot wisatawan. Alasannya, aksi balapan liar marak di kawasan ini. Akibatnya, banyak wisatawan yang tengah berwisata mengeluh tidak nyaman, sehingga memilih untuk berwisata ke tempat lain.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Loteng, H.L. M. Putria yang dikonfirmasi, Senin, 2 Januari 2017 membenarkan kalau pihaknya sudah mendapat laporan prihal keluhan para wisatawan ini. Di mana pada perayaan tahun baru Minggu (1/1) dini hari, Pantai Selong Belanak justru berubah menjadi arena trek-trekkan oleh para pengguna sepeda motor. Padahal saat ini, kawasan Pantai  Selong Belanak sedang ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal, domestik hingga mancanegara.

Baca juga:  Ironi Ikon Wisata Dunia, Gili Trawangan Tak Punya Toilet Representatif

Terhadap persoalan ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat, termasuk juga

dengan aparat kepolisian untuk melakukan tindakan penertiban. Tujuannya, aksi serupa tidak terulang kembali dan pemerintah desa langsung turun ke lapangan guna melakukan penertiban.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Selong Belanak, L. Yahya, menegaskan, pihaknya sudah turun ke kawasan Pantai Selong Belanak untuk melakukan penertiban sekaligus mengantisipasi jika masih ada aksi balapan liar.

Baca juga:  Pelabuhan Baru, Paket Tur Kapal Pesiar Belum Terstruktur

Menurutnya, aksi balapan liar sudah cukup sering terjadi. Pihaknya pun sudah berkali-kali memberikan peringatan dan teguran. Namun masih saja terjadi, karena yang melakukan aksi balapan liar rata-rata para pengunjung itu sendiri.

Untuk itu ke depan, pihaknya akan mencoba melakukan penataan, khususnya jalur masuk ke pantai Selong Belanak. Di mana jalur masuk ke pantai akan ditutup, supaya kendaraan utamanya sepeda motor tidak bisa masuk langsung ke pantai. Jadi pengunjung nantinya cukup dengan jalan kaki ke pantai. (kir)