Warga Kelurahan Gerantung Tagih Janji Suhaili

Praya (Suara NTB) – Sejumlah perwakilan warga Kelurahan Gerantung Kecamatan Praya Tengah, Senin, 14 November 2016, mendatangi gedung DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Warga datang guna menagih janji Bupati Loteng, H.M. Suhaili, FT., yang akan memperbaiki ruas jalan Gerantung – Bual di kelurahan setempat. Pasalnya, hingga kini janji tersebut tak kunjung direalisasikan.

Didampingi Lurah Gerantung, Mulyadi, warga diterima Ketua Komisi III DPRD Loteng, M. Humaidi, S.T, beserta anggota Komisi III DPRD Loteng lainnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan ESDM Loteng, H. L. Rasyidi, ST. Kepala BPMD Loteng, Ir. L. Haris Mundandar, juga hadir menemui warga.

“Kami hanya ingin menagih janji pak Bupati untuk memperbaiki jalan dikelurahan kami. Seperti yang dulu disampaikan saat kampanye,” ungkap Alimudin, perwakilan warga.

Baca juga:  Investor Keluhkan Ketersediaan Air Bersih dan Jaringan Telekomunikasi

Menurutnya, ruas jalan tersebut sudah belasan tahun tidak pernah tersentuh perbaikan. Padahal ruas jalan itu sendiri merupakan akses utama warga setempat. Bagi warga ruas jalan tersebut penting artinya, karena menghubungan dengan beberapa desa tetangga.

“Ada beberapa desa yang juga memanfaatkan ruas jalan ini. Bukan hanya warga Gerantung saja,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Lurah Gerantung, Mulyadi. Menurutnya, perbaikan ruas jalan tersebut sudah berkali-kali diusulkan melalui Musrenbang. Namun pada kenyataanya, sampai sekarang ini perbaikanruas jalan tersebut tak kunjung terealisasi.

Pada tahun 2016 lalu, sempat ada informasi kalau ada anggaran sebesar Rp 120 juta untuk memperbaiki ruas jalan tersebut. Tetapi setelah ditelusuri, anggaran tersebut juga hilang. “Entah anggaran itu dialihkan atau bagaimana, kita tidak tahu,” ujarnya.

Baca juga:  Bangun Jembatan Putus, Pemprov NTB Pakai Dana Tak Terduga

Warga sangat mendambakan perbaikan ruas jalan tersebut. Mengingat pentingnya akses jalan tersebut. Karena bagaimanapun juga, hanya kepada pemerintah daerah warga berharap. Pasalnya, kalau mengandalkan anggaran kelurahan jelas tidak mampu. Lantaran statusnya bukan desa, tetapi bukan desa.

Menjawab tuntutan warga, Ketua Komisi III DPRD Loteng, M. Humaidi, S.T., mengaku akan segera membahas persoalan tersebut dengan pemerintah daerah. “Apa yang menjadi tuntutan warga akan menjadi dasar bagi kita (Dewan,red) membahas anggaran dengan pemerintah daerah,” sebutnya politisi asal PKS ini.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas PU dan ESDM Loteng, H.L. Rasyidi, S.T., mengatakan pemerintah daerah bukan tidak memperhatikan kondisi ruas jalan yang dikeluhkan warga tersebut. Hanya saja, status jalan yang masih merupakan jalan desa, membuat pemerintah daerah kesulitan mengalokasi anggaran untuk perbaikan ruas jalan tersebut.

Baca juga:  Jembatan Darurat di Jalur Provinsi Rusak Diterjang Banjir

“Kecuali kalau status jalanya merupakan jalan kabupaten bisa segera kita tangani,” jawabnya. Solusinya sekarang, status ruas jalan tersebut akan dialihkan menjadi jalan kabupaten. Namun untuk itu butuh waktu. Karena untuk pengalihan status jalan dilakukan pada Bulan Juni 2017 mendatang.

Pasalnya, SK Bupati Loteng terkait jalan kabupaten yang ditetapkan tahun 2012 lalu akan berarti tahun depan. Baru setelah itu, pemerintah daerah bisa menetapkan status jalan kabupaten yang baru.

“Saat itulah nantinya kita berharap ruas jual Gerantung-Bual ini bisa dialihkan statusnya. Sehingga bisa segera ditangani,” tandas Rasyidi seraya menambahkan, kalau sudah ada peralihan status, maka tahun 2018 perbaikan ruas jalan tersebut sudah bisa diusulkan. (kir)