Bangun Rumah Sakit Bertaraf Internasional, Loteng Gandeng Perusahaan Australia

Praya (Suara NTB) – Pemkab Lombok Tengah (Loteng) tengah menjajaki peluang kerjasama dengan PT. Royal, salah satu perusahaan asal Australia untuk membangun Rumah Sakit (RS) bertaraf internasional. Rumah sakit ini sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan akan pelayanan kesehatan yang berkualitas di daerah ini. Jika tidak ada aral melintang, rumah sakit tersebut akan mulai beroperasi tahun depan.

Saat bertemu dengan perwakilan PT. Royal di ruang rapat utama Bupati Loteng, Rabu, 14 Desember 2016, Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., menjelaskan, bentuk kerjasama awalnya Pemkab Loteng menyiapkan fasilitas bangunan rumah sakit terlebih dahulu dengan memanfaatkan aset yang sudah ada.

Sementara fasilitas penunjang kesehatan termasuk tenaga kesehatan akan disiapkan oleh perusahaan bersangkutan sembari menunggu pembangunan gedung rumah sakitnya selesai dikerjakan. “Kita, pemerintah daerah sangat merespon rencana kerjasama ini. Mengingat kebutuhan pelayanan kesehatan di Loteng sendiri cukup tinggi,” terangnya.

Selain rumah sakit, juga akan ada perguruan tinggi

untuk tenaga kesehatan, khususnya tenaga perawat yang nantinya bisa mengisi kebutuan tenaga kesehatan untuk rumah sakit internasional. Dengan begitu, bukan hanya dari sisi kualitas kesehatan yang saja yang didorong.  Kerjasama juga ikut mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah ini.

Disinggung rencana lokasi untuk rumah sakit internasional tersebut, Kabag. Humas dan Protokol Setda Loteng, Drs. H.L. Herdan, M.Si., mengaku masih ada beberapa opsi yang dipertimbangkan. Salah satunya eks bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya lama yang saat ini ditempati sebagai kantor Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM Loteng. Sementara kantor Dinas PU dan ESDM rencananya akan dicarikan lokasi lain yang lebih representatif.

Juru bicara PT. Royal, Jefry Lee, mengatakan untuk izin operasi rumah sakit internasional tersebut dari pemerintah pusat sendiri sudah dikantongi tinggal memproses izin di daerah saja baru kemudian rumah sakitnya bisa beroperasi. (kir)