Mandi di Sungai, Siswa SD Ditemukan Tewas

Praya (Suara NTB) – Seorang siswa SD, Budi Irawan (12) asal Desa Barabali Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), ditemukan sudah tak bernyawa di sungai Dusun Celegeh desa setempat, Selasa, 15 November 2016. Ia ditemukan dengan sejumlah luka memar di sekujur tubuhnya. Siswa kelas 6 SD tersebut, dikabarkan hilang terseret arus sungai saat mandi di sungai setempat sehari sebelumnya.

Korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan setelah dievakuasi oleh tim gabungan dari kepolisian dan Basarnas NTB. Informasi yang diperoleh Suara NTB, Rabu, 16 November 2016, menyebutkan, korban sebelumnya diketahui meninggalkan rumah untuk pergi mengaji bersama beberapa teman tetangganya.

Usai mengaji, bersama lima temannya, korban pergi ke Sungai Ceregeh untuk mandi. Saat itu, kondisi arus sungai cukup deras. Namun korban tetap nekat untuk mandi, sekitar pukul 17.00 wita. Beberapa saat kemudian, tubuh korban tiba-tiba terseret arus sungai.

Baca juga:  Cuaca Buruk, Dua Kapal Tenggelam di Bima

Melihat kejadian itu, teman korban berusaha melakukan pertolongan. Namun lantaran arus yang cukup deras, korban kemudian tenggelam. Tahu korban tenggelam, salah seorang teman korban pulang untuk memberitahukan orang tua korban. Kejadian itu pun membuat warga sekitar gempar.

Bersama aparat kepolisian, warga kemudian melakukan pencarian. Tapi karena kondisi yang sudah mulai gelap, warga dibuat kesulitan menemukan korban. Tim Basarnas Provinsi pun dikerahkan untuk mencari korban. Dengan menyisir bagian sungai. Akan tetapi hingga tengah malam, korban tidak kunjung ditemukan.

Pada Selasa pagi, pencarian kembali dilakukan. Bersama aparat kepolisian, Basarnas dan warga. Upaya pencarian membuahkan hasil, sekitar pukul 17.20 wita, tubuh korban akhirnya berhasil ditemukan. Di pinggir sungai, sekitar 500 meter dari lokasi kejadian awal.

Baca juga:  Cuaca Buruk, Dua Kapal Tenggelam di Bima

Saat itu juga, evakuasi langsung dilakukan. Dan, korban kemudian dibawake kantor desa setempat untuk dilakukan pemeriksaan awal. “Saat ditemukan, korban sudah meninggal. Namun pemeriksaan tetap dilakukan. untuk memastikan kondisi korban,” sebut Kasubag. Humas Polres Loteng, AKP Made Suparte.

Usai pemeriksaan awal, korban langsung dibawa ke rumah duka. Atas permintaan pihak keluarga. “Pihak keluarga korban yang meminta kasus kematian korban tidak dilanjutkan. Sehingga begitu ditemukan, korban langsung dibawa pulang. Untuk selanjutnya dimakamkan,” tandas mantan Kapolsek Batukliang ini. (kir)