Jalur Pendakian Gunung Rinjani Melalui Loteng Ditata

Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) berencana bakal melakukan penataan jalur pendakian Gunung Rinjani, baik lewat jalur Desa Lantan maupun Aik Berik mulai tahun ini. Sebagai tahap awal, anggaran sebesar sekitar Rp  800 juta akan disiapkan pada APBD Perubahan Loteng tahun 2016 ini.

“Kita akan coba anggarkan dana untuk penataan jalur pendakian Gunung Rinjani pada APBD perubahan tahun ini. Dana ini sebagai tahap awal rencana penataan jalur pendakian,” ungkap Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT, SH, kepada Suara NTB, Jumat (8/7/2016).

Adanya penataan ini, lanjutnya, diharapkan para pendaki yang ingin mendaki ke Gunung Rinjani melalui Loteng bisa lebih nyaman. Mengingat kondisi jalur pendakian yang masih sangat baru, sehingga butuh sentuhan penataan supaya jalur pendakian bisa lebih aman dan nyaman untuk dilalui para pendaki.

Diakuinya, jalur pendakian ini menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah daerah untuk terus dikembangkan sebagai salah satu destinasi objek wisata yang bisa mendorong angka kunjungan wisatawan di daerah ini. Pemkab Loteng melihat potensi objek wisata di jalur pendakian ini cukup menjanjikan.

Dalam prosesnya, lanjut Suhaili, Pemkab Loteng akan tetap berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) selaku pengelola kawasan. Mengingat, hampir setengah jalur pendakian berada di kawasan taman nasional. Itu artinya, apapun kegiatan yang dilakukan di kawasan tersebut harus sepengetahuan pihak pengelola taman nasional.

Diakuinya, jika melihat kebutuhan di jalur tersebut, masih banyak yang kurang, terutama fasilitas pendukung pendakian. Seperti penunjuk jalan, fasilitas istirahat dan sarana pendukung lainnya, sehingga butuh anggaran yang tidak sedikit.

“Ke depan kita pasti mengarah ke sana. Hanya sebagai tahap awal, kita persiapan apa yang pokok-pokok saja dulu. Baru bicara fasilitas pendukung lainnya,” tandas Suhaili.

Untuk menjaga kelestarian hutan lindung di kawasan taman nasional di sepanjang jalur pendakian, Pemkab Loteng bersama dengan pihak TNGR akan memasang kamera pengawas supaya aktivitas para pendaki bisa terpantau.

Pasalnya, di sepanjang jalur pendakian akan banyak satwa langka yang bisa ditemui, sehingga harus ada upaya untuk melindungi satwa langka ini. Caranya, mengawasi para pendaki agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang bisa merugikan kelestarian satwa langka, seperti berburu maupun aksi merusak lainnya. (kir)