Beranda Lombok Barat Cegah Penyebaran Corona, Bupati Lobar Minta “Jalur Tikus” Dijaga Ketat

Cegah Penyebaran Corona, Bupati Lobar Minta “Jalur Tikus” Dijaga Ketat

0
36
Penyemprotan dilakukan di Pelabuhan Lembar untuk mencegah penyebaran virus corona.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar), H Fauzan Khalid meminta semua jajaran dan para pihak terkait tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Corona. Salah satunya dengan memperketat jalur keluar masuk di Pelabuhan Lembar. Jalur tikus atau tidak resmi juga menjadi atensi serius agar dilakukan penjagaan secara ketat

Hal tersebut ditekankan bupati dalam Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Lobar Khusus, Selasa, 24 Maret 2020 di Ruang Kerja Bupati Lobar , Giri Menang, Gerung. Rapat itu dilakukan mengingat situasi terkini Lobar dalam menghadapi Corona. Fauzan mengungkapkan, hingga saat ini Lobar masih tetap zona hijau atau negatif corona.

Ditegaskan bupati, jalur keluar masuk dari dan ke Lobar melalui Pelabuhan Lembar harus dilakukan pengawasan dan pemeriksaan para penumpang.“Jangan sampai kita kecolongan, tidak saja dari jalur resmi seperti Pelabuhan Lembar, namun juga dari jalur-jalur masuk lainnya yang tidak resmi atau jalur tikus perlu mendapatkan perhatian yang lebih ekstra. Karena kalau sekali saja kecolongan akan berakibat fatal bagi banyak orang dan kita berharap hal ini tidak boleh terjadi. Setiap orang yang masuk ke wilayah Lombok Barat harus melalui pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu,” kata bupati.

Di kesempatan yang sama, perwakilan ASDP Lembar, Yulianto menjabarkan hal-hal yang telah dilakukan pihaknya. “Kami juga komit tidak hanya melakukan penyemprotan kepada manusia, tapi juga kendaraan agar tidak ada penularan,” terang Yulianto. Sayangnya, pihak ASDP sangat kekurangan bahan untuk penyemprotan dan Alat Pelindung Diri (ADP).”Ruang tunggu harusnya disemprot tiga kali, tapi kekurangan alat dan bahan membuat kami kesulitan melakukannya sesuai kebutuhan,” aku Yulianto.

Bagi Yulianto, para petugas yang bekerja di kapal dan pelabuhan juga sangat rawan dengan penularan “Karena mereka pegang tiket dan pegang uang. Sama dengan anak buah kapal yang melayani penumpang,” terang Yulianto.
Pemkab Lobar sendiri sangat serius mengatensi jalur strategis ini. Tim Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Lobar telah beberapa kali melakukan sidak, bahkan menyelenggarakan simulasi penanganan pasien di Pelabuhan Lembar. Semua itu untuk memastikan kesiapan Lobar menghadapi wabah virus corona.

  Antisipasi Virus Corona Masuk Tiga Gili

Dalam Rapat Khusus ini juga terungkap masih minimnya tenaga kesehatan maupun Alat Pelindung Diri (APD) yang dibutuhkan para petugas selama menjalankan misi kemanusiaan ini.Menurut Fauzan, Pemerintah Daerah akan berupaya untuk memback-up kerja-kerja tenaga medis tersebut dengan tujuan untuk menghambat laju penyebaran virus Corona.

Fauzan juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak terpancing oleh informasi-informsi yang tidak jelas melalui media sosial lalu menyebarkannya kembali ke berbagai akun medsos.”Itu justru akan semakin meresahkan dan menakutkan masyarakat. Masyarakat hendaknya hati-hati bermedsos apalagi menyebarkan informasi yang tidak bertanggungjawab,” imbaunya.

Pada pertemuan tersebut, selain menghadirkan unsur Forkompimda juga dihadiri oleh sejumlah Kepala OPD terkait seperti Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BPBD, Camat Lembar, Polsek Lembar, Posramil Lembar, Kepala Puskesmas Jembatan Kembar dan seluruh otoritas jasa pelabuhan seperti ASDP, KKP, KSOP, Adpel Lembar, Pelindo dan lainnya. (her)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty − 11 =