Tangani Corona, Lobar Siapkan Skema Terburuk

0
27
Ilustrasi Virus Corona (Pixabay)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) menyiapkan langkah antisipasi terhadap wabah Corona, termasuk kemungkinan terburuk dampak Corona. Salah satunya dari sisi penganggaran untuk penanganan Corona.

‘’Sementara ini Pemda mengalokasikan dana tak terduga untuk penanganan Covid 19 atau Corona. Dari total dana tak terduga mencapai Rp 2 miliar, sekitar Rp 600 juta lebih sudah diusulkan OPD untuk dipakai penanganan di lapangan,’’ ungkap Kabid Keuangan pada BPKAD Lobar H. Adnan, Senin, 23 Maret 2020.

Pengalokasian anggaran penanganan Corona ini, ujarnya, akan melihat perkembangan ke depan, jika kondisi memburuk maka Pemda sudah menyiapkan langkah-langkah dengan pengalihan anggaran untuk penanganan Corona.  Langkah ini memungkinkan dilakukan, karena mengacu surat edaran Kementerian Keuangan dan Kemendagri.

Pengalokasian penanganan Corona dari dana tak terduga hanya bersifat sementara, karena kalaupun kurang anggaran dan kondisi tak sesuai harapan (buruk), maka anggaran bisa dilakukan pergeseran anggaran untuk penanganan Corona. Hal ini mengacu PMK, Perpres dan inpres dari Kemendagri, maka angggaran untuk ada bisa dialihkan.

Seperti halnya mengacu usulan dari OPD, seperti RS Tripat mengusulkan dana Rp 9 miliar untuk keperluan ruang isolasi lengkap dengan perangkat. Namun kemampuan daerah belum mencukupi.  Anggaran yang bisa digeser, seperti dana bagi hasil, DBHCHT, DAK baik fisik dan non fisik dan bidang kesehatan. Ada juga dari DID. Namun pihaknya mencoba menggunakan dana tak terduga dulu. “Tapi untuk sementara ini, tapi lihat perkembangannya nanti, kalau hal terburuk maka bisa dilakukan pergeseran anggaran, tapi khusus anggaran Dikes,”jelas dia.

Sementara itu Dirut RSUD Tripat drg Arbain Ishak mengatakan memang usulannya untuk ruang isolasi Rp9 miliar. Namun itu lengkap dengan perangkat dan peralatan. Namun diakui kondisi keuangan belum memungkinkan. Sejauh ini pihaknya menyiapkan ruang isolasi dilengkapi peralatan standar. Isolasi inipun menggunakan dana rumah sakit. Di satu sisi pihaknya terkendala alat pelindung diri yang minim. Pihaknya pun masih menggunakan APD lama. Pihaknya sudah mengajukan pengadaan, namun APD sulit didapat. Ia khawatir kalau dalam jangka waktu ke depan belum ada APD, kemungkinan pihaknya terpaksa mensiasati dengan membuat sendiri. “Kami juga terkendala minimnya obat-obatan untuk tangani pasien,”imbuh dia. (her)

  Warga Desa Taman Ayu Tutup Tambang Pasir Ilegal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 + four =