95 Ponpes di Lobar Disemprot Disinfektan

Tim Pemda melakukan penyemprotan disinfektan pada puluhan Ponpes di Lobar.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Setelah melakukan bimbingan teknis (Bimtek), Sabtu 21 Maret 2020 lalu, Tim Penyemprot Disinfektan Lombok Barat (Lobar) mulai turun untuk melakukan penyemprotan hari ini, Senin, 23 Maret 2020. Setelah melakukan briefing di Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar, tim yang terdiri dari 30 anggota TNI, 40 angota Kepolisian, 4 perwakilan staf setiap Perangkat Daerah dan sekitar 20 orang dari kelompok tani menyasar 95 pondok pesantren (Ponpes) yang ada di Lobar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar, Mahnan menyebutkan jika Ponpes merupakan salah satu titik prioritas penyemprotan disinfektan di Lobar. “Ini sasarannya tempat, bukan orang. Di Ponpes aktivitas pembelajaran itu kan standby, apalagi santri-santri ini belajar dan langsung tinggal di sana, makanya kita prioritaskan ponpes ini juga,” jelasnya. Keterlibatan kelompok tani dalam tim penyemprotan juga disebutkan Mahnan merupakan hal yang sangat penting.

Baca juga:  Satu Warga NTB Positif Corona, Interaksinya Dilacak

Dijelaskannya jika para petani itu justru yang menjadi petugas penyemprotan, dan mereka juga yang menyiapkan 100 hand sprayer yang digunakan dalam kegiatan ini. “Kita libatkan kelompok tani itu karena secara teknis mereka (petani) yang lebih paham bagaimana menggunakan hand sprayer (alat penyemprotan, red) ini, nanti tekanan itu juga akan mempengaruhi efektivitas penyemprotan,” papar mantan Kasat PoL PP Lobar ini.

Baca juga:  Satu PDP Dirawat di RSMA

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Lobar, H. Baehaqi menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang ikut terlibat dalam kegiatan ini.“Saya menyampaikan apresiasi dan terimakasih yang setinggi-tingginya atas keikhlasan kita semua dalam rangka memberikan pelayanan, perlindungan dan keamanan kepada masyarakat,” ucap Baehaqi.

Baehaqi juga menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk kekompakan dari semua pihak, dari pemerintah serta masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan bersama.

Baca juga:  Cegah Corona, NTB Siagakan 10 RSUD

Saef (45), salah satu anggota kelompok tani asal Kecamatan Gerung menyatakan antusiasmenya bisa ikut membantu proses penyemprotan. “Kami diminta ikut serta sama pak KCD, tentu kami iyakan, ini kan membantu masyarakat yang lain juga,” tuturnya.

Saat ditanya tentang kekhawatiran dan bahaya wabah virus corona, Saef tidak terlalu khawatir. “Yang penting kita sudah jaga kebersihan sesuai arahan dan pakai pelindung saat penyemprotan seperti ini, apalagi ini kan buat orang lain juga, Insya Allah tidak apa-apa,” terang Saef.(her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twelve + 14 =