Donor Darah Menurun Drastis

Mustarudin (kanan). (Suara NTB/her)

DAMPAK wabah Corona yang melanda hampir semua daerah di Indonesia, menyebabkan jumlah pendonor darah di Unit Donor Darah (USD) PMI Lombok Barat (Lobar) menurun drastis. Masyarakat enggan melakukan donor darah, karena kekhawatiran penularan virus Covid-19 tersebut. Pihak PMI mengimbau masyarakat supaya jangan khawatir mendonorkan darah, sebab bagaimana pun pihak petugas PMI melakukan pemeriksaan ketat sebelum pendonor melakukan donor darah.

“Akibat wabah virus Corona ini pendonor kita (PMI red) menurun,” aku Sekretaris PMI Lobar Mustarudin Minggu, 22 Maret 2020.

Dijelaskannya, akibat adanya pembatasan selama 14 hari, PMI tidak boleh melakukan kegiatan donor darah di luar, sehingga banyak jadwal dibatalkan, baik itu oleh komunitas dan instansi. Seperti beberapa komunitas yang batal kegiatan donor darah. Padahal komunitas ini menjadi pendonor aktif, dengan angka pendonor tinggi di atas 100 kantong.

Seharusnya hal bisa diberikan kebijakan, sebab pihaknya sudah melakukan safety di lapangan. Ia khawatir pasokan semakin menipis, di satu sisi kebutuhan darah meningkat, sedangkan pendonor sedikit. Kondisi ini, jelasnya, perlu dipahami masyarakat, ia memastikan bahwa donor darah aman. Karena pemeriksaan dilakukan deteksi ketat terhadap pendonor. Sebelum melakukan donor, diperiksa kondisi kesehatannya. “Semua kita deteksi. Kita juga punya alat scan,” jelas dia.

Ia juga mempermaklumkan masyarakat agar memahami kondisi ini. Ia pun mengimbau agar keluarga pasien yang inginkan meminta darah ke PMI agar membawa pendonor pengganti untuk meminimalisir limitnya stok darah di UDD. Pihaknya sendiri berupaya mengurangi jumlah pendonor pengganti. “Kita ingin mengurangi jumlah pendonor pengganti. Idealnya secara nasional itu 5 persen. Kita sekarang masih ada di angka 16 persen,” terang Ame sapaan akrabnya.

Pendonor pengganti, kata Ame, adalah pendonor yang tidak masuk dalam 100.141 data donor di PMI Lombok Barat.“Rata-rata mereka adalah keluarga pasien yang golongan darahnya sama. Tapi kita biasanya tetap mencarikan pendonor supaya bisa mencukupi kebutuhan pasien itu,” terang dia. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twelve + 20 =