Tak Laksanakan Imbauan Bupati, Hiburan dan Hotel di Senggigi Bakal Ditutup

Ilustrasi Kamar Hotel. (Wikipedia)

Giri Menang (Suara NTB) – Tim Kecamatan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Fokopimcam) secara intens memantau dan mengawasi tempat wisata di Senggigi. Hal ini untuk memastikan apakah pengelola hotel, restoran hiburan dan pelaku wisata melaksanakan edaran Bupati Lobar yang merupakan tindak lanjut dari kebijakan Pemprov NTB dalam mencegah penyebaran virus Corona.

‘’Sesuai imbauan Dinas Pariwisata, membolehkan mereka beroperasi namun harus menyiapkan perangkat pendeteksi dini , seperti hand sanitizer dan alat pengukur suhu tubuh. Jika hal itu tidak dilaksanakan, maka tim kecamatan memberikan imbauan lagi agar pihak terkait menyiapkan. Bagi hotel, restoran dan tempat usaha lain tak melaksanakan imbauan bupati tersebut, ya kita tutup sesuai imbauan itu,” tegas Camat Batulayar Syahrudin, Jumat, 20 Maret 2020.

Baca juga:  Tiga Hotel di Lobar Berhenti Operasi

Diakuinya, dari hasil pantauannya, masih ada yang belum melaksanakan imbauan tersebut. Mereka tengah mempersiapkan perangkat yang akan dipersiapkan. Terkait surat imbauan ini, jelas dia, ada berapa pengusaha hiburan yang datang menanyakan perihal imbauan. Mereka merasa sangat berat jika harus menutup usahanya. Sesuai imbauan itu, pihaknya menyerahkan kepada mereka. Kalaupun mereka tetap beroperasi, pihaknya tetap meminta agar mereka mereka memasang alat pengukur suhu tubuh untuk mendeteksi warga yang berpotensi terkena wabah tersebut.

Baca juga:  Gubernur NTB Terbitkan Edaran Penutupan Tempat Hiburan

Pihaknya juga meminta agar setiap hiburan meminta semua tamu agar cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer sebelum masuk. Sampai masa berlakunya imbauan selama 14 hari, pihaknya bersama tim Forkopimcam akan melakukan pemantauan ke semua lokasi. “Kalau normal, ya kembali seperti biasanya,” ujar dia.

Baca juga:  Lobar Gelontorkan Rp45 Miliar, Revitalisasi Kawasan Senggigi Dimulai Mei Mendatang

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dispar Lobar Hj. Lale Prayatni menegaskan, surat edaran tersebut bersifat imbauan, sehingga tidak wajib bagi pengusaha menutup operasional usahanya. Namun harus melaksanakan langkah-langkah pencegahan, seperti menyiapkan alat deteksi suhu tubuh dan hand sanitizer di masing-masing tempat hiburan. “Imbauan itu sifatnya tidak wajib. Boleh mereka (hiburan) buka, namun harus melaksanan pencegahan seperti pasang alat pendeteksi suhu tubuh dan hand sanitizer,” jelas Lale. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five + 3 =