Stok Cadangan Beras di Lobar Banyak yang Rusak

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lobar H. Rachman Sahnan Putra bersama jajaran saat mengecek ketersediaan cadangan beras pemerintah di gudang, Jumat, 20 Maret 2020. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Stok cadangan beras Pemerintah Lombok Barat (Lobar) yang masih tersisa di gudang Lendang Jae Desa Lembar Kecamatan Lembar hanya sekitar 2,09 ton. Itupun dari stok sisa tahun lalu, terdapat sekitar 1,509 ton beras dalam kondisi bagus. Sedangkan sisanya sekitar 500 kilogram atau setengah ton dalam keadaan rusak (tidak bisa dikonsumsi).

“Sisa stok tahun lalu, 2 ton 9 kilogram. Itu termasuk yang rusak. Berarti yang masih bagus 1.509 kilogram atau 1,5 ton sedangkan sisanya rusak. Tahun 2020 ada pengadaan 13 ton dan sudah dipesan. Kalau terjadi sesuatu dengan Lobar (dampak Corona) Kita bisa suplai,” jelas Kepala Dinas ketahanan Pangan (DKP) Lobar, H. Rachman Sahnan Putra saat sidak ke gudang di Lembar, Jumat, 20 Maret 2020.

Baca juga:  Dirut Bulog: NTB Bisa Jadi Eksportir Beras

Dijelaskan, untuk kebutuhan stok pangan Lobar mengacu pada Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi tahun 2004. Perhitungannya 148 gram per kapita per hari. Kalau jumlah penduduk 700 ribu, maka kebutuhan stok pangan di Lobar dikatakan aman kalau stok 37,3 ton per tahunnya.

Sedangkan kemampuan cadangan beras dari APBD sebesar 13 ton, namun bisa tertutupi dengan jatah dari pusat (APBN), di mana setiap tahun dialokasikan sebanyak 100 ton di Dinas Sosial, sehingga total beras yang tersedia tahun ini mencapai 115 ton. Sehingga apapun yang terjadi akibat emergency Corona ini, Lobar aman dari sisi stok pangan.

Baca juga:  Dirut Bulog: NTB Bisa Jadi Eksportir Beras

“Kalau di lapangan bisa menyiapkan 13 ton ditambah sisa tahun lalu 1,5 ton, sehingga ada 15 ton dan ditambah 100 ton Dinas Sosial berarti ada tersedia stok 115 ton. Artinya untuk standar minimal melampaui,” jelasnya, seraya menambahkan, kalaupun nanti tidak cukup, maka Pemda Lobar bersurat ke provinsi untuk meminta bantuan.

Untuk bantuan beras dari pusat rutin diberikan kepada Dinas Sosial. Pada saat butuh penanganan, tentunya harus dikoordinasikan dengan OPD terkait. Menyoal pengadaan cadangan beras Pemda jelas dia, pihaknya tengah memasan. Ia menambahkan, pihak pemda patut khawatir dengan penyebaran virus yang sangat cepat, bahkan angka kematian cukup tinggi di atas ambang WHO.

Baca juga:  Dirut Bulog: NTB Bisa Jadi Eksportir Beras

Sementara itu, Sekda Lobar Dr. H. Baehaqi mengatakan hasil evaluasi terakhir seusai dengan arahan bupati memerintahkan agar segera bersurat ke Bulog. “Kita diharap sedini mungkin bersurat ke Bulog, ini untuk mencegah nanti kekurangan pangan,” jelas sekda.

Ia menambahkan, pihak Pemda juga akan bersurat ke semua ritel modern untuk pembatasan belanja. Yang harus ditindaklanjuti, lanjut dia, surat edaran ke desa dan kecamatan agar ditambah dengan imbauan doa Qunut Nazilah agar disebar luaskan kepada desa dan masyarakat bawah. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fifteen + fourteen =