Persiapan MotoGP, Di Lobar Hanya Tersedia 1.644 Kamar Hotel

Ilustrasi Hotel. (Pexels)

Giri Menang (Suara NTB) – Menyambut event motoGP yang rencananya akan digelar tahun depan, pemerintah daerah (Pemda) Lombok Barat seharusnya lebih mempersiapkan diri. Terutama dari sisi kesiapan akomodasi penginapan bagi tamu dan penonton yang menginap. Hanya saja dari sisi kesiapan hotel saja, baru tersedia 35 hotel berbintang dengan jumlah kamar 1.644.

Diakui oleh Kasi Bina Usaha pariwisata pada Dinas pariwisata, Gede wibawan penginapan harus ditambah di Lobar. “Berdasarkan data Usaha pariwisata dan hiburan umum di Dispar tahun 2019, hotel bintang mencapai 35 unit dengan jumlah kamar 1.644, tempat tidur 2.482,” jelas dia kemarin. Dari 35 hotel berbintang ini, terdiri dari tiga unit hotel bintang lima, bintang empat tujuh unit, bintang tiga, 13 unit, bintang dua tiga unit dan bintang satu ada sembilan unit. Jumlah hotel non bintang mencapai 209 unit dengan meja sebanyak 2.970 dan kirsot 10311.

Baca juga:  Siapkan Tenaga Terampil dan Profesional

Sejauh ini, lanjut dia, sejumlah hotel di kawasan wisata Lombok Barat seperti Senggigi dan Sekotong berhenti beroperasi akibat gempa tahun 2018 lalu. Hal ini menyebabkan pengurangan kamar di Lobar dan otomatis mengurangi pendapatan asli daerah. Disatu sisi Pemda Lobar memberlakukan kebijakan berhenti memberikan izin pembangunan vila pribadi di kawasan wisata khususnya di Senggigi. Hal ini untuk mencegah penyalahgunaan vila pribadi karena disewakan oleh pengelola. Bahkan kamarnya dijual melalui online. Pihak dinas kesulitan mendeteksi penyewaan kamar vila pribadi tersebut sehingga potensi pad pun hilang.

Baca juga:  Pertaruhan Merah Putih, Mandalika dan MotoGP 2021

Gede wibawan menerangkan, ada tiga hotel yang berhenti operasi, yakni di Sekotong dan dua di kawasan Senggigi. “Tiga hotel di Lobar berhenti operasi, yakni satu di sekotong, dua di kawasan Senggigi,” jelas Gede kemarin. Dijelaskan, tiga hotel yang berhenti operasi ini sudah bersurat ke Pemda dan dispar untuk memberitahukan perihal mereka tak beroperasi lagi. Beberapa alasan mereka tutup, diantaranya dampak gempa dan ada yang melakukan renovasi. Namun pihak hotel tidak menentukan sampai kapan akan operasi lagi. Bisa jadi juga mereka berhenti operasi karena kondisi kawasan sepi tamu. Untuk operasional lagi jelas dia pengelola harus melakukan pengurusan izin lagi.

Baca juga:  Pertaruhan Merah Putih, Mandalika dan MotoGP 2021

Lebih jauh dijelaskan, untuk vila pribadi di kawasan Senggigi yang diduga disewakan pihaknya tak menampik. Pihaknya mengaku kesulitan mendeteksi penyewaan vila pribadi ini. Pihaknya akan lakukan pendataan ulang lagi sebab informasinya ada vila pribadi salah gunakan izin. Sehingga atas dasar itu tim penertiban terdiri dari DPMPTSP, Dinas PU, satpol PP dan OPD lainnya menyepakati tidak boleh lagi diterbitkan izin vila pribadi. Kecuali kata dia vila komersial. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen − four =