Lampu PJU Jalur Wisata Senggigi Kembali Menyala

0
1
Sekda Lobar H. Baehaqi didampingi Kabag Humas dan Protokol Setda Lobar Saepul Ahkam turun mengecek PJU yang sudah menyala di Kawasan Senggigi, Kamis, 20 Februari 2020. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Persoalan lampu Penerang Jalan Umum (PJU) yang selama ini menjadi keluhan wisatawan di jalur wisata Senggigi Kecamatan Batulayar sudah bisa diatasi. Belasan lampu PJU yang sebelumnya mati sudah menyala. Kini jalur wisata itu terang benderang. Teratasinya masalah PJU di jalur ini tak lepas dari keseriusan Pemda Lobar dalam hal ini Sekda H. Baehaqi yang turun inspeksi mendadak (sidak).

Sekda sidak ke jalur tersebut Minggu, 16 Februari 2020. Setelah kurang sepekan sidak sekda, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) langsung respons dengan turun melakukan perbaikan dan penggantian bola lampu di sepanjang kurang lebih 17 kilometer itu.

Untuk memastikan kondisi PJU di Kawasan Senggigi tertangani, Sekda Lobar H Baehaqi pun turun, Kamis, 20 Februari 2020 mengecek lampu PJU di jalur Senggigi. Ditemani Kabag Humas dan Protokol H Saepul Ahkam, sekda menyisir jalur BIL I dan II. Di sini ia menemukan sebagian besar lampu PJU mati. Ia pun mendata jumlah lampu yang mati dan menyala sebagai bahan untuk dinas bersama OPD terkait. Selanjutnya, ia mengarah ke Kawasan Senggigi. Ia mengecek lampu PJU, mulai dari perbatasan dengan Kota Mataram di Jembatan Meninting hingga perbatasan dengan KLU.

“Masih ada tiga titik lampu sebelum tikungan ke Hotel Sudamala yang belum menyala. Kita akan minta untuk segera diperbaiki,”  terangnya.

Menurut Baehaqi, selain di tiga titik itu masih terdapat 8 titik lokasi yang kurang terang akibat tertutup pepohonan. “Kalau itu, saya akan minta Disperkim untuk lakukan perantingan (pemotongan ranting, red),” tegas Baehaqi. Dirinya, sengaja turun langsung ke jalan-jalan utama di Kawasan Lombok Barat untuk melihat langsung kondisi PJU.”Terutama di jalur-jalur yang menjadi pendukung utama pariwisata, karena di di jalur ini citra Lombok Barat dan NTB di mata dunia,” tegas Baehaqi.

Ditemui di kesempatan terpisah, Kepala Bidang Tata Kota pada Disperkim Lobar H. Saifullah menjelaskan di Bypass BIL I ada 140 titik lampu, namun lebih dari seratus yang mati. “Problemnya ada di jaringan kabel bukan lampu. Ada konsleting di box panel di Sedayu. Kalau kita mau perbaiki, kita harus membongkar 1,5 kilo meter paving block karena itu jaringan bawah tanah,” terangnya, seraya mengaku, pihaknya, tidak bisa merencanakan perbaikan karena ketiadaan anggaran. “Mudah-Mudahan Pak Sekda selaku TAPD bisa memberikan jalan keluar,” harapnya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here