Bupati “Jual” Potensi Wisata Lobar kepada Ratusan Buyer dan Seller

Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid menghadiri jamuan makan malam bersama para buyer dan seller yang tergabung dalam IPI di Pendopo Bupati Lobar, beberapa hari lalu.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid mengenalkan destinasi pariwisata mulai dari ujung selatan sampai utara kepada para seller dan buyer yang tergabung dalam Insan Pariwisata Indonesia (IPI) pada jamuan makan malam acara Friendly Travel Networking (FTN) di Pendopo Bupati Lobar, Giri Menang, Gerung beberapa hari lalu.
Di hadapan ratusan buyer dan seller, Bupati dua periode ini menjelaskan, wilayah utara Lobar terdapat Pantai Senggigi yang sudah lama dikenal wisatawan domestik dan mancanegara, karena keindahan pantainya. Menurutnya, Senggigi sejak lama dikenal dunia internasional dan merupakan penyokong Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar bagi Lobar.
Karena itu, kawasan wisata yang kerap kali diselenggarakan event nasional dan internasional itu, tahun ini akan direvitalisasi dan rencananya akan mengalami banyak perubahan. Ia juga menyebut, Taman Narmada yang secara administratif masuk wilayah Kecamatan Narmada bagian timur wilayah Kabupaten Lobar juga memiliki banyak macam sejarah dan mitos.
“Sementara itu di wilayah selatan yaitu Sekotong, jauh lebih variatif destinasi pariwisatanya, meskipun dari infrastruktur seperti penginapan tidak banyak tetapi sudah ada hotel bintang lima,” jelas Fauzan.
Di Kecamatan Sekotong, tercatat sebanyak 10 gili yang sangat potensial. Di antara ratusan gili lainnya yang sangat potensial dikembangkan sebagai destinasi andalan. Terkait wilayah Sekotong ini, Fauzan kembali mempertegas pemerintah Kabupaten Lobar saat ini sangat serius mempromosikan Sekotong kepada investor.
Selain melimpahnya destinasi pariwisata, Lobar juga kaya akan atraksi budaya yang mencerminkan tolerasi umat beragama, yakni Perang Topat. Perang ini melibatkan pemeluk agama Islam dan Hindu. Pelaksanaannya kata Fauzan, setiap bulan purnama ke tujuh dalam penanggalan suku Sasak yang biasanya jatuh pada akhir November atau awal Desember di Pura Lingsar.“Perang ini mencerminkan nilai-nilai yang dipegang masyarakat Suku Sasak, menghargai ke Bhinekaan. Dan perang yang ini senjatanya menggunakan topat atau ketupat,” kata Fauzan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat IPI, Priyanto Datu Jatmiko mengatakan, kehadiranya bersama para buyer dan seller untuk mempromosikan pariwisata Lobar. Sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
“Tahun 2020, IPI fokus mempromosikan desa wisata, karena kita fokus pada pengembangan desa-desa wisata sampai sektor riil, destinasi wisata di desa banyak yang bisa kita garap,” terang Priyanto.
Ketua DPD IPI NTB, Ahmad Paozi saat dikonfirmasi menyebutkan, acara ini dikemas dengan special branding yang disebut Lombok Travel Networking. Lombok Travel Networking itu berbeda dengan travel-travel yang lain pada umumnya yang diadakan di Indonesia.”Kami lebih menitikberatkan pada jaringan persahabatan dalam membina persahabatan dalam mencari bisnis antara satu dengan yang lain antara travel dengan hotel dan lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, acara ini diadopsi dari DPD yang ada di Indonesia dan kebetulan DPD NTB sudah satu tahun. Acara yang pertama kali di tahun 2020 yang diadakan di Lobar dengan tema Lombok Hidden Paradise.
“Sebelumnya saya menargetkan akan mampu mendatangkan 150 buyer dengan 100 seller dan alhamdulillah tercapai. Dan mudahan ini menjadi awal yang baik untuk organisasi kami dalam artian membantu pemerintah dalam menambah jumlah pengunjung atau wisatawan yang datang ke Lombok,” katanya.
Pihaknya juga mengundang peserta dari seluruh Indonesia sampai Papua. Dan juga mengundang beberapa peserta dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.
Terpisah Abah Heri dari Titik Nol Tour Jogja menuturkan, setelah bencana gempa bumi yang melanda NTB setahun yang lalu, Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dibidang pariwisata diakuinya agak menurun dan perlu untuk ditingkatkan lagi.”Makanya kita para insan pelaku pariwisata di Indonesia, datang ke sini untuk bisa meramaikan Lombok kembali,” jelasnya.
Pihaknya berharap SDM pariwisata di NTB bisa bangkit kembali. Jangan terpaku dengan musibah gempa bumi beberapa 2018 lalu. Abah Heri mencontohkan , di Yogyakarta juga pernah dilanda musibah gempa bumi seperti yang dialami NTB. Meski demikian bisa dijadikan sebuah obyek wisata yang menarik seperti yang ada didaerah Gunung Kidul. (her)