Persiapan Wisata Bendungan Meninting, Pemdes Bukit Tinggi Rencanakan Bangun Kereta Gantung

foto pengunjung memadati destinasi wisata di Bukit tinggi. desinasi ini dikembangkan untuk mempersiapkan pengembangan desitasi wisata bendungan Meninting.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemerintah Desa Bukit Tinggi Kecamatan Gunungsari Lombok Barat mulai mempersiapkan diri menghadapi pembangunan proyek Bendungan Meninting yang diproyeksikan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan air, namun juga sebagai kawasan wisata. Pihak desa setempat sudah mengusulkan rencana pembangunan kereta gantung melintasi bendungan dan perbukitan. Panjang kereta gantung yang akan dibangun ini mencapai 300-400 meter dengan pembiayaan yang bersumber dari dana desa. Selain kereta gantung, Pemdes setempat juga berencana membuat destinasi wisata buah memanfaatkan potensi lokal yang ada di sekitar desa tersebut.

Persiapan lain, pihak desa juga sudah mengembangkan desitasi wisata air terjun yang banyak dikunjungi wisatawan, tidak hanya lokal namun juga wisatawan mancanegara. Ahmad Mutakkin, Kepala Desa Bukit Tinggi ditemui di kantornya membeberkan rencananya untuk membangun kereta gantung tersebut.”Saya sudah usulkan rencana pembangunan kereta gantung ini ke pemerintah dan BWS. Alhamdulillah direspons bagus,”terang dia.
Dalam rapat dengan pemda, rencana kereta gantung ini disambut positif. Kereta gantung ini akan melintasi Bendungan Meninting, bisa tempat duduknya menggunakan sepeda, sepeda motor dilengkapi rel penggeraknya, seperti di daerah di Jawa. View yang akan dilintasi oleh kereta gantung ini tidak saja bendungan namun perbukitan sehingga akan tampak indah. Panjang kereta bendungan ini bisa 350 meter atau bisa saja lebih.

Baca juga:  Ratusan Agen Perjalanan dari Luar NTB Promosikan Pariwisata Sumbawa
Foto pemdes Bukit tinggi akan membangun kereta gantung di lokasi perbukitan ini, kereta gantung yang akan ini mencapai 350-400 meter (Suara NTB/her)

Kereta gantung ini kata dia, akan dibiayai dari desa dengan perkiraan biaya Rp500 juta lengkap dengan semua kelengkapan. Kereta gantung ini kemungkinan bisa dibangun beberapa tahun ke depan, sebab proyek Bendungan Meninting sendiri diproyeksikan selesai 2024 mendatang. Hanya saja ia ingin menyiapkan rencana dan konsep untuk mempersiapkan pengembangan ke depan.

Menurut dia, adanya kereta gantung ini nanti akan nyambung dengan konsep rencana pihak BWS yang akan menyiapkan wahana paralayang. Lokasi paralayang ini akan mengambil lokasi di atas bukit. Selain paralayang, Kementerian juga meminta agar dibuat vila di atas bukit tersebut dengan view kota, bendungan dan perbukitan. “Nanti pengunjung yang mau paralayang bisa turun langsung di lokasi bendungan,”jelas dia.

Baca juga:  STP Mataram Berperan Mengedukasi dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat

Di lokasi bendungan ini nantinya ada penambahan lahan seluas 77 hektare untuk landscape dan penambahan luas bendungan. Agar areal bendungan tidak terganggu sebab di sana ada banyak peralatan. Di areal bendungan ini nanti disiapkan fasilitas umum seperti permainan, sarana olahraga. Ada juga kuliner, lapak jualan bagi masyarakat dan museum bendungan. Sehingga pengunjung bisa langung membeli kuliner dan oleh-oleh di sini. Selain itu, pihaknya berencana membuat areal wisata buah seperti manggis, duren dan rambutan atau disingkat “Madura”. Wisata buah ini akan dibuat memanfaatkan hasil buah warga setempat.

Baca juga:  Pelaku Wisata Lotim Tolak Kereta Gantung

Selain merencanakan beberapa destinasi wisata ini, pihaknya sudah mempersiapkan lokasi wisata di daerah lain yang nantinya terintegrasi dengan wisata bendungan dan buah. Di destinasi wisata yang dinamakan Tibu Kelambu,Tibu Tereng. Di lokasi wisata ini ada wahana kolam batu alami, batu nisan dan pemandangan alam pegunungan serta lintasan. Selain itu ada juga buah-buahan yang disiapkan warga. Dalam sehari kata dia parkir yang diperoleh mencapai Rp700 ribu.

Hanya saja, jalur menuju ke lokasi ini belum memadai karena masih jalan tanah. Hanya sebagian jalan sudah dirabat. Selain itu, perlu penataan dan penambahan fasilitas pendukung lainnya. Ia menambahkan, jumlah dana desa tahun ini mencapai Rp1,17 miliar dan ADD Rp 670 juta lebih. Sehingga totalnya Rp 1,7 miliar. Di desanya ada empat dusun dengan jumlah total penduduk 2,5 ribu jiwa lebih dengan 870 KK. (Her)