Juklak-Juknis Belum Keluar, Persiapan Tes CPNS di Lobar Dikhawatirkan Terganggu

Suparlan  (Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) – Petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di Lombok Barat (Lobar) sampai saat ini belum keluar dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Padahal pelaksanaan tes dilakukan bulan depan.

“Belum keluar Juklak Juknis (pelaksanaan tes). Ndak tahu kenapa lambat sekali? Ini urusan pusat,” kata Kepala BKD dan PSDM Lobar, Suparlan, S.Sos, Selasa, 21 Januari 2020

Dirinya tidak tahu kenapa juklak dan juknis tes CPNS ini belum keluar. Hal ini, ujarnya, menjadi urusan pusat bukan pemda. Menurut dia, kalau juklak juknis ini tak kunjung keluar, maka akan mempengaruhi persiapan pelaksanaan tes SKD. Sebab pihaknya perlu mempersiapkan perangkat dan jadwal pelaksanaan tes per sesi. Sejauh ini rancangan jadwal ini belum disusun, sebab tergantung jadwal juklak-juknis.

Baca juga:  Tiga Formasi CPNS 2019 KSB Tetap Lowong

Untungnya, kata dia, pihaknya sudah bersurat ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) meminjam perangkat laptop. Dalam hal ini, pihaknya  membutuhkan sebanyak 170 unit laprop, di mana 70 unit dipakai untuk cadangan jika terjadi gangguan saat pelaksanaan tes nantinya. “Untuk menyiapkan perangkat ini, pihaknya sudah bersurat ke Dinas Dikbud meminjam laptop tersebut,”ujar dia.

Baca juga:  Hari Ini, Tes SKD CPNS di Lobar

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan aula sebagai tempat pelaksanaan tes.  Tinggal, kata dia pihaknya menunggu kepastian juklak dan juknis jadwal pelaksanaan tes dari pusat. Terkait kepastian juklak dan juknis pelaksanaan tes CPNS ini  akan dipastikan saat rapat di BKN Denpasar. Rencananya rapat membahas persiapan penerimaan CPNS akan diadakan, Rabu, 22 Januari 2020.

Baca juga:  Terlambat, Ratusan Pelamar CPNS Langsung Gugur

Terkait pelamar yang masuk mendapatkan kebijakan khusus atau P1TL, di mana pelamar ini lolos SKD sebelumnya dan melamar pada formasi yang sama. Dalam hal, pihaknya sudah bersurat ke BKN agar bisa menjadi peserta tes seleksi CPNS.  Diketahui, jumlah peserta yang melamar sebanyak 4. 261 orang, sedangkan yang lolos memenuhi syarat awalnya 3.708 orang, TMS 1.183. Namun setelah hasil sanggahan, jumlah peserta yang lolos tes SKD dan SKB bertambah menjadi 3.879 peserta. (her)